Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme terhadap pemulihan ekonomi di kuartal keempat tahun 2025. Pemerintah yakin stimulus yang digelontorkan akan mampu mendorong kembali momentum investasi nasional. Pernyataan ini disampaikan pada Jumat (17/10) di Jakarta.
Optimisme ini muncul meskipun realisasi investasi pada kuartal ketiga tahun 2025 menunjukkan perlambatan. Perlambatan tersebut mencerminkan dampak kinerja ekonomi yang melemah pada paruh pertama tahun ini. Namun, tren pembalikan secara bertahap mulai terlihat sejak awal September.
Dengan adanya stimulus pemerintah, diharapkan investasi akan kembali bergairah dan tumbuh lebih cepat. Ini menjadi strategi pemerintah untuk memastikan target investasi tahunan dapat tercapai. Pemerintah terus memantau perkembangan ekonomi untuk mendukung iklim investasi.
Advertisement
Advertisement
Perlambatan Investasi di Kuartal Ketiga 2025
Data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan realisasi investasi mencapai Rp491,4 triliun pada kuartal ketiga. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 13,9% secara tahunan.
Namun, laju pertumbuhan tersebut lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan 15,24% yang tercatat pada periode yang sama tahun sebelumnya. Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa perlambatan investasi ini merupakan cerminan dari melemahnya kinerja ekonomi.
“Ketika ekonomi melambat, investasi juga melambat. Dari bulan-bulan pertama hingga sekitar awal September, tren mulai berbalik secara bertahap,” kata Purbaya kepada wartawan di kantornya. Ia juga mengingatkan agar perlambatan hingga September tidak dijadikan satu-satunya dasar untuk memproyeksikan hasil setahun penuh.
Advertisement
Advertisement
Optimisme Pemulihan dan Target Tahunan
Purbaya meyakini bahwa investasi kemungkinan besar akan berakselerasi seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi di kuartal terakhir. “Ketika ekonomi kembali aktif, investasi seharusnya tumbuh lebih cepat. Kinerja masa lalu tidak dapat digunakan untuk memprediksi kinerja masa depan,” ujarnya.
Secara kumulatif, Indonesia mencatat investasi sebesar Rp1.434,3 triliun dari Januari hingga September 2025. Angka ini telah mencapai 75,3% dari target tahunan yang ditetapkan pemerintah.
Dari total tersebut, investasi dalam negeri (PMDN) berkontribusi sebesar Rp789,7 triliun atau 55,1%. Sementara itu, investasi asing langsung (FDI) menyumbang Rp644,6 triliun atau 44,9%, sekaligus menciptakan sekitar 1,95 juta lapangan kerja.
Advertisement
Advertisement
Sektor Pendorong Investasi Nasional
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa tren keseluruhan menunjukkan pemulihan ekonomi yang stabil. Ini memberikan sinyal positif bagi prospek investasi di masa mendatang.
Rosan mencatat bahwa beberapa sektor menjadi kontributor utama dalam arus masuk investasi. Sektor-sektor tersebut meliputi industri logam dasar, produk logam, dan telekomunikasi.
Selain itu, sektor pertambangan, transportasi, dan pergudangan juga turut berperan penting dalam mendorong pertumbuhan investasi. Kontribusi dari sektor-sektor ini diharapkan dapat terus menopang momentum ekonomi nasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews