Maluku Genjot Hilirisasi Pertanian: Kelapa dan Pala Jadi Andalan Utama
Pemerintah Provinsi Maluku serius menggarap program hilirisasi pertanian dengan fokus pada pengembangan industri kelapa dan pala. Langkah ini diharapkan mendongkrak nilai tambah komoditas unggulan Maluku dan membuka peluang ekonomi baru.
Pemerintah Provinsi Maluku mengambil langkah strategis untuk mengakselerasi program hilirisasi pertanian di wilayahnya. Fokus utama adalah pengembangan industri pengolahan komoditas kelapa dan pala yang merupakan unggulan daerah. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal secara signifikan.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ilham Tauda, menyatakan bahwa penguatan industri berbasis komoditas ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional. Langkah tersebut juga hasil koordinasi intensif lintas sektor yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian Maluku.
Rapat koordinasi penting telah dilaksanakan dengan melibatkan Kementerian Pertanian dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Pertemuan ini membahas implementasi hilirisasi pertanian di Maluku, menegaskan komitmen pemerintah daerah dan pusat.
Strategi Penguatan Industri Komoditas Unggulan
Rapat koordinasi yang diadakan oleh Dinas Pertanian Maluku menghadirkan Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Diskusi tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara Gubernur Maluku dengan Menteri Pertanian.
Selain itu, Komisi II DPRD Maluku juga telah memperkuat komitmen ini melalui pertemuan dengan Menteri Pertanian, yang turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Maluku Johan Lewerissa. Dari serangkaian pertemuan tersebut, disepakati bahwa Maluku akan mengembangkan dua industri pengolahan utama.
Kedua industri yang akan dikembangkan adalah industri pengolahan kelapa dan industri pengolahan pala. Pengembangan ini merupakan bagian integral dari program Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat hilirisasi komoditas perkebunan rakyat.
Potensi Besar Kelapa dan Pala di Maluku
Secara potensi, Maluku diakui sebagai salah satu sentra pala nasional yang sangat signifikan. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku menunjukkan luas areal pala mencapai 31.624 hektare.
Jumlah petani yang terlibat dalam budidaya pala mencapai sekitar 28.360 kepala keluarga, dengan total produksi mencapai 5.512 ton. Kabupaten Maluku Tengah menjadi produsen pala terbesar dengan areal 11.155 hektare dan produksi 2.134 ton.
Selain Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Timur juga berkontribusi besar dengan luas areal 8.831 hektare dan produksi 1.287 ton, diikuti Kota Ambon dengan 746 ton. Pala juga dikembangkan di berbagai kabupaten lain, memastikan ketersediaan bahan baku memadai untuk industri pengolahan.
Rencana Pembangunan dan Dampak Ekonomi Hilirisasi Pertanian Maluku
Dua industri pengolahan kelapa dan pala ini direncanakan akan dibangun di kawasan PTPN I Regional VIII Ayawaiya, Kabupaten Maluku Tengah. Proyek ini merupakan investasi murni badan usaha milik negara (BUMN) melalui Danantara, yang dialokasikan khusus untuk Provinsi Maluku.
Menurut Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, pembangunan kedua industri ini akan segera direalisasikan di Maluku. Bahkan, direncanakan peletakan batu pertama akan dilakukan langsung oleh Presiden, menunjukkan komitmen tinggi pemerintah pusat.
Pihak Dinas Pertanian Maluku telah melaporkan perkembangan ini kepada Gubernur Maluku dan diminta untuk mengawal proses realisasi program. Percepatan perizinan dan kesiapan pendukung lainnya menjadi prioritas utama.
Hilirisasi industri kelapa dan pala ini diharapkan membawa dampak positif yang luas bagi masyarakat Maluku. Ini akan meningkatkan nilai tambah produk, memperluas penyerapan tenaga kerja, serta mempermudah akses pemasaran bagi para petani.
Sumber: AntaraNews