BRMP Maluku Perkuat Kemandirian Pangan Daerah melalui Pemetaan Komoditas Unggulan

Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku berkomitmen penuh dalam memetakan dan mengembangkan komoditas unggulan daerah, mulai dari rempah historis hingga tanaman pangan strategis, demi mewujudkan kemandirian pangan Maluku dan menopang ketahanan

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BRMP Maluku Perkuat Kemandirian Pangan Daerah melalui Pemetaan Komoditas Unggulan
Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku berkomitmen penuh dalam memetakan dan mengembangkan komoditas unggulan daerah, mulai dari rempah historis hingga tanaman pangan strategis, demi mewujudkan kemandirian pangan Maluku dan menopang ketahanan (AntaraNews)

AMBON – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku menegaskan komitmennya untuk memfokuskan pemetaan dan pengembangan komoditas unggulan daerah. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian pangan di Provinsi Maluku secara berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi krusial dalam mendukung target swasembada pangan nasional yang telah berhasil dicapai pada tahun 2025.

Kepala BRMP Maluku, Gunawan, menyampaikan penegasan ini setelah pertemuan penting dengan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, di kantor BRMP Ambon. Pertemuan tersebut membahas implementasi program penguatan produksi pangan pasca-pencapaian swasembada nasional. BRMP melihat momentum ini sebagai peluang emas bagi Maluku untuk mengukuhkan ketahanan pangan hingga ke tingkat kabupaten dan desa.

Sinergisitas antara pemerintah daerah dan lembaga teknis seperti BRMP menjadi kunci utama dalam mencapai target ambisius ini. Kolaborasi diharapkan dapat menghasilkan program-program konkret yang tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga kesejahteraan para petani di seluruh wilayah Maluku.

Berdasarkan hasil diskusi intensif, sejumlah komoditas unggulan strategis telah teridentifikasi untuk terus dikembangkan di Maluku. Pada sektor perkebunan, pala dan cengkeh kembali dipetakan sebagai produk andalan yang memiliki kekuatan historis dan ekonomi bagi Maluku. Komoditas ini telah lama menjadi identitas daerah dan memiliki nilai jual tinggi di pasar global.

Selain itu, kelapa dan kakao juga menunjukkan peluang tinggi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui peningkatan produktivitas dan hilirisasi produk. Di subsektor tanaman pangan, padi sawah dan padi gogo menjadi prioritas utama, khususnya di Pulau Seram dan Maluku Tengah, guna menopang swasembada pangan daerah. Jagung dan umbi-umbian turut diproyeksikan sebagai komoditas alternatif yang penting untuk penguatan pangan masyarakat.

Sementara itu, di sektor hortikultura, cabai, bawang merah, dan sayuran dinilai strategis untuk menekan inflasi daerah. Pengembangan komoditas-komoditas ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan lokal, tetapi juga potensi untuk pasar yang lebih luas.

Peningkatan produktivitas padi di Maluku tercatat naik signifikan sebesar 12 persen pada tahun 2025, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Kenaikan ini merupakan hasil dari berbagai upaya terkoordinasi dan pendampingan yang intensif. Pendampingan penyuluh pertanian, dukungan dinas teknis, serta sinergisitas lintas sektor menjadi faktor kunci keberhasilan ini.

Berbagai pihak seperti BRMP, Bulog, Badan Wilayah Sungai (BWS), PLN, dan TNI turut berkontribusi dalam mendukung program peningkatan produktivitas. Gunawan menegaskan bahwa pemetaan wilayah pertanian dari hulu hingga hilir merupakan kunci penguatan produksi. Hal ini memastikan bahwa pengembangan komoditas dilakukan sesuai dengan karakteristik spesifik masing-masing wilayah, mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya yang ada.

BRMP juga menyoroti potensi pengembangan kembali komoditas rempah-rempah yang pernah berjaya di Maluku. Mengembalikan kejayaan pala, cengkeh, kelapa, bahkan sukun, diharapkan dapat mengukuhkan identitas ekonomi daerah. Upaya ini sejalan dengan visi untuk menjadikan Maluku sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional.

Pertemuan antara jajaran BRMP dan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menunjukkan komitmen kuat untuk membangun sinergi. Kolaborasi antara BRMP dan Pemerintah Provinsi Maluku diharapkan dapat menghasilkan program peningkatan produktivitas pertanian yang berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Maluku.

BRMP berharap melalui kerja sama yang erat ini, Maluku tidak hanya mampu mencapai kemandirian pangan. Lebih dari itu, Maluku diharapkan dapat berperan aktif sebagai salah satu pilar utama penopang ketahanan pangan nasional. Sinergi ini akan mencakup berbagai aspek, mulai dari penyediaan bibit unggul, teknologi pertanian modern, hingga akses pasar bagi produk-produk petani.

Peningkatan kesejahteraan petani menjadi fokus utama, mengingat peran vital mereka dalam menjaga ketersediaan pangan. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, potensi pertanian Maluku dapat dioptimalkan secara maksimal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi