Bangka Tengah Perkuat SDM, Targetkan Peningkatan Rata-rata Lama Sekolah
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah serius meningkatkan rata-rata lama sekolah dari 7,22 tahun, guna memperkuat kualitas SDM dan memajukan sektor pendidikan daerah.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menegaskan komitmen kuat untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah di wilayahnya. Langkah ini strategis dalam upaya jangka panjang memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Peningkatan ini menjadi indikator penting kemajuan sektor pendidikan secara keseluruhan.
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menyatakan rata-rata lama sekolah masyarakat setempat masih 7,22 tahun. Data ini berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025. Angka tersebut menunjukkan pendidikan warga masih di bawah jenjang menengah. Oleh karena itu, percepatan peningkatan indikator ini menjadi prioritas utama.
Komitmen ini disampaikan Algafry di Koba pada Sabtu, 2 Mei, menekankan kemajuan pendidikan harus bertahap. Peningkatan rata-rata lama sekolah tidak hanya bergantung pada akses. Namun juga kualitas lingkungan belajar yang optimal bagi peserta didik.
Strategi Peningkatan Akses dan Kualitas Pendidikan
Bupati Algafry Rahman menjelaskan bahwa peningkatan rata-rata lama sekolah tidak hanya fokus pada akses pendidikan semata. Kualitas lingkungan belajar juga memegang peranan krusial dalam mendukung perkembangan peserta didik secara optimal. Lingkungan yang kondusif akan mendorong siswa betah belajar dan menyerap ilmu lebih baik.
Sekolah diharapkan mampu menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh siswa. Suasana seperti ini memungkinkan proses pembelajaran berjalan efektif dan mendukung pembentukan karakter siswa. “Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman, sehingga siswa dapat berkembang secara optimal, baik dari sisi akademik maupun karakter,” ujar Algafry.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berencana mengupayakan berbagai program untuk mencapai target ini. Ini termasuk penguatan kebijakan pendidikan yang relevan serta peningkatan sarana prasarana sekolah. Dorongan terhadap capaian rata-rata lama sekolah menjadi indikator utama pembangunan pendidikan daerah.
Peran Vital Guru dalam Membangun Generasi Unggul
Selain lingkungan belajar, peran guru juga menjadi sorotan utama dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Bangka Tengah. Algafry Rahman menekankan bahwa guru memiliki fungsi ganda, tidak hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai pendidik. Mereka adalah teladan penting bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Guru diharapkan terus melakukan evaluasi diri dan meningkatkan kapasitas profesionalnya. Peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan sangat penting demi memberikan yang terbaik bagi siswa. “Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik dan menjadi contoh,” katanya.
Dengan guru yang berkualitas dan berdedikasi, diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat. Ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk memperkuat sumber daya manusia yang berdaya saing.
Sumber: AntaraNews