Komitmen Bulog Jaga Kedaulatan Pangan dan Swasembada Nasional
Direktur Utama Perum Bulog menegaskan komitmen kuat dalam menjaga kedaulatan pangan dan mewujudkan swasembada nasional melalui berbagai upaya strategis. Hal ini penting untuk kemandirian bangsa.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen lembaganya untuk menjaga kedaulatan serta swasembada pangan nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan cadangan beras pemerintah, penyerapan gabah petani, dan stabilisasi pasokan serta harga pangan. Upaya ini menjadi krusial dalam memastikan ketersediaan pangan yang aman dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Dalam acara Talkshow Panen Fest 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada Sabtu (7/2), Rizal menyampaikan bahwa Bulog terus berupaya maksimal. Lembaga ini berfokus pada tugas dan fungsi kelembagaan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat luas. Tujuannya adalah untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan di seluruh wilayah Indonesia.
Menurut Rizal, negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri adalah negara yang berdaulat. Swasembada pangan bukan hanya tentang produksi, tetapi juga merupakan manifestasi dari kedaulatan suatu bangsa. Ketergantungan pada impor pangan dapat mengurangi kemandirian negara.
Tiga Pilar Utama Bulog Jaga Ketahanan Pangan
Bulog menjalankan tugas pokoknya dengan berpegang pada tiga pilar utama yang saling mendukung. Pilar pertama adalah bertanggung jawab penuh terhadap ketersediaan pangan nasional. Ini memastikan pasokan tetap aman dan mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat. Ketersediaan yang memadai adalah fondasi utama ketahanan pangan.
Pilar kedua berfokus pada keterjangkauan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Bulog berupaya keras agar distribusi pangan dapat menjangkau berbagai wilayah, dari Sabang hingga Merauke, secara merata dan berkelanjutan. Ini menjamin bahwa setiap individu memiliki akses terhadap pangan yang dibutuhkan.
Pilar ketiga adalah stabilisasi harga pangan di pasar. Bulog memastikan harga komoditas tetap stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Langkah ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan menghindari gejolak pasar yang dapat merugikan konsumen serta produsen.
Stok Pangan Strategis dan Pengelolaan Cadangan Beras
Hingga awal Februari 2026, Bulog mencatat pengelolaan ketersediaan stok beras yang signifikan, mencapai 3,3 juta ton. Angka ini terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,22 juta ton dan stok komersial sejumlah 95.523 ton. Cadangan ini menjadi bantalan penting untuk menghadapi potensi kekurangan pasokan.
Selain beras, Bulog juga mengelola persediaan komoditas pangan strategis lainnya untuk menjaga stabilitas. Komoditas tersebut meliputi gula pasir sebanyak 11.675 ton, jagung sebesar 53.637 ton, serta minyak goreng sebanyak 15.475 kiloliter. Diversifikasi cadangan ini menunjukkan kesiapan Bulog dalam mengelola berbagai kebutuhan pokok masyarakat.
Apresiasi dan Sinergi Lintas Sektor untuk Pangan Nasional
Dalam kesempatan Panen Fest 2026, Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menerima Anugerah Insan Inspiratif Pangan. Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya yang signifikan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Ini menjadi pengakuan atas peran strategis Bulog dalam menjaga stabilitas dan ketersediaan pangan.
Penghargaan serupa juga diberikan kepada Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) atas kepemimpinan legislatif dalam kebijakan ketahanan pangan. Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak diapresiasi atas peran TNI AD dalam program agroforestri, penyediaan air bersih, dan penguatan teritori pangan. Rizal menekankan bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama dan Bulog akan terus berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan.
Rangkaian Panen Fest 2026 juga diisi dengan talkshow interaktif bertajuk “Pangan Mandiri, Masa Depan Negeri”. Acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan. Narasumber yang hadir meliputi Dirut Bulog, Nurheni Wijayanto dari Institut Pertanian Bogor, dan Ketua Umum Serikat Tani Islam Indonesia (STII) Farhurrahman Mahfudz. Mereka membahas peran pemerintah, TNI, akademisi, dan organisasi tani dalam membangun sistem pangan nasional yang mandiri dan tangguh.
Sumber: AntaraNews