Kepala BPS Tegaskan Pentingnya Pemanfaatan Data Statistik Kepri untuk Kemajuan Daerah
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyoroti krusialnya Pemanfaatan Data Statistik Kepri dalam mendorong pembangunan. Kolaborasi BPS dan Pemprov Kepri telah membuahkan hasil positif.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menekankan pentingnya pemanfaatan data statistik. Hal ini krusial untuk mendorong kemajuan pembangunan daerah, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat, 30 Januari 2026.
Acara ini berlangsung di Aula Wan Seri Beni Dompak, Kota Tanjungpinang, Kepri. Amalia mengapresiasi Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan jajarannya. Mereka dinilai telah berhasil memanfaatkan data statistik dengan hasil positif.
Kolaborasi solid antara BPS dan Pemerintah Provinsi Kepri menjadi bukti nyata. Ini menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan statistik berkualitas. Pemanfaatan data statistik Kepri yang optimal menjadi kunci utama.
Keberhasilan Pemanfaatan Data Statistik Kepri
Amalia Adininggar Widyasanti masih mengingat keberhasilan Pemprov Kepri. Tahun lalu, Gubernur Ansar Ahmad menerima penghargaan dari Tim Pengendali Inflasi Pusat di Istana Negara. Penghargaan ini diberikan karena pemanfaatan data inflasi BPS secara optimal.
Intervensi yang dilakukan oleh Pemprov Kepri terbukti sangat tepat sasaran. Hal ini menunjukkan dampak positif dari Pemanfaatan Data Statistik Kepri. Data yang akurat memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih efektif.
Dukungan pemerintah daerah terhadap statistik berkualitas sangat dihargai. Kolaborasi erat ini menghasilkan data yang relevan dan dapat diandalkan. Ini penting untuk perencanaan pembangunan yang berkelanjutan.
Agenda Besar Sensus Ekonomi 2026 dan Manfaatnya
Pada tahun 2026, BPS akan melaksanakan agenda besar nasional. Agenda tersebut adalah Sensus Ekonomi (SE) 2026. Kegiatan sepuluh tahunan ini dilakukan setiap tahun berakhiran angka enam, seperti 2016, 2026, hingga 2036.
Sensus ini harus menjadi 'legacy' bersama bagi seluruh pihak di Kepri. SE 2026 akan menyajikan potret utuh aktivitas ekonomi di Kepri tanpa terkecuali. Ini akan memberikan gambaran komprehensif tentang sektor ekonomi.
Dengan dukungan peningkatan pemahaman masyarakat, terutama pelaku usaha, data akan lengkap dan berkualitas. Data ini sangat bermanfaat bagi gubernur dan jajaran. Tujuannya adalah merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih presisi. Pemanfaatan data statistik Kepri dari sensus ini akan sangat krusial.
Pengukuhan Kepala BPS Kepri dan Komitmen Kolaborasi
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Ansar Ahmad secara resmi mengukuhkan Toto Haryanto Silitonga. Ia dilantik sebagai Kepala BPS Provinsi Kepri yang baru. Toto Haryanto Silitonga menggantikan Margaretha Ari Anggorowati yang dipindah tugaskan sebagai Kepala BPS Provinsi Jawa Barat.
Pengukuhan ini didasarkan pada Surat Keputusan Kepala BPS Nomor 1224001/KPG Tahun 2025. SK tersebut tertanggal 24 Desember 2025.
Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Amalia Adininggar Widyasanti di BPS RI. Inovasi BPS sangat penting karena Presiden dan Wakil Presiden RI menaruh perhatian besar. Mereka fokus pada ketersediaan data lintas sektor yang akurat dan terpercaya.
Ansar menegaskan bahwa data yang baik dan benar sangat dibutuhkan. Ini agar kebijakan publik yang diambil bisa terukur, tepat sasaran, dan direncanakan dengan matang. BPS merupakan mitra strategis pemerintah daerah, sehingga Pemprov Kepri akan terus memperkuat kerja sama intensif. Tujuannya adalah menghasilkan indikator makro ekonomi dan sosial yang berkualitas. Kolaborasi dalam Pemanfaatan Data Statistik Kepri akan terus ditingkatkan.
Sumber: AntaraNews