Kementerian PU Akselerasi Percepatan Pembangunan Huntara di Tapanuli Selatan
Kementerian PU mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Tapanuli Selatan bagi masyarakat terdampak bencana, memastikan ketersediaan fasilitas dasar dan kelayakan huni sebelum Ramadhan. Percepatan Pembangunan Huntara Tapanuli Selatan ini menja
Jakarta, 08 Februari – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah cepat dalam penanganan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dengan mengakselerasi pembangunan hunian sementara (huntara). Inisiatif ini bertujuan untuk segera menyediakan tempat tinggal yang layak dan aman bagi warga yang terdampak musibah. Percepatan Pembangunan Huntara Tapanuli Selatan ini menjadi fokus utama pemerintah untuk meringankan beban masyarakat.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan pentingnya penyelesaian hunian secara menyeluruh, termasuk memastikan ketersediaan air bersih, sanitasi, dan listrik berfungsi optimal sebelum masyarakat menempati. Komitmen ini menegaskan bahwa setiap unit hunian harus siap huni dengan fasilitas dasar yang memadai. Percepatan pembangunan huntara ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para korban bencana.
Pembangunan hunian sementara ini merupakan bagian krusial dari strategi penanganan darurat pascabencana, guna memastikan masyarakat terdampak dapat segera kembali beraktivitas dalam lingkungan yang stabil. Sebanyak 252 unit hunian sedang dibangun untuk menampung sekitar 245 kepala keluarga atau kurang lebih 1.800 jiwa. Pengaturan calon penghuni sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah setempat, memastikan distribusi yang tepat sasaran.
Desain dan Kapasitas Hunian Sementara yang Efisien
Pembangunan huntara di Tapanuli Selatan ini dirancang dengan sistem konstruksi modular yang efisien untuk mempercepat waktu pengerjaan. Sebanyak 252 unit hunian tersebut terbagi dalam 21 blok modular, di mana setiap blok menaungi 12 unit hunian. Desain ini memungkinkan proses pembangunan yang lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas dan kelayakan.
Hunian sementara ini diperuntukkan bagi sekitar 245 kepala keluarga terdampak bencana, atau setara dengan kurang lebih 1.800 jiwa. Lokasi pembangunan menempati lahan seluas sekitar 2,6 hektare dari total lahan yang tersedia seluas 16,8 hektare. Sisa lahan yang ada akan dialokasikan untuk pengembangan hunian tetap di masa mendatang, yang rencananya akan dilaksanakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Secara teknis, struktur bangunan menggunakan rangka baja ringan dan baja CNP, dengan dinding sandwich panel, penutup atap metal, serta lantai GRC dengan finishing vinyl. Setiap unit dirancang dengan ventilasi dan pencahayaan alami yang memadai, memastikan kenyamanan dan kesehatan penghuni selama masa tinggal. Aspek teknis ini mendukung percepatan pembangunan huntara di Tapanuli Selatan.
Fasilitas Pendukung dan Kebutuhan Dasar yang Terjamin
Setiap blok modular dilengkapi dengan fasilitas sanitasi komunal yang lengkap, terdiri dari 6 unit toilet dan 6 unit shower. Pembagiannya adalah 3 toilet dan shower untuk perempuan, serta 3 toilet dan shower untuk laki-laki. Secara keseluruhan, kawasan huntara ini memiliki 126 unit toilet dan 126 unit shower, memastikan akses sanitasi yang memadai bagi seluruh penghuni. Selain itu, setiap blok juga menyediakan dapur bersama untuk mendukung aktivitas harian warga.
Kawasan hunian sementara ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung esensial. Fasilitas tersebut meliputi masjid sebagai tempat ibadah, gedung serbaguna, dapur umum, area cuci, ruang komunal untuk interaksi sosial, pos jaga untuk keamanan, serta tempat penampungan sementara (TPS). Ketersediaan fasilitas ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mandiri dan mendukung kebutuhan sosial serta aktivitas warga terdampak.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa air bersih tidak boleh menjadi persoalan saat masyarakat mulai menempati hunian. Sanitasi dan listrik juga harus dipastikan berfungsi optimal sebelum hunian dihuni. Kawasan ini juga dilengkapi dengan area hijau, taman bermain anak, lapangan olahraga, dan area parkir, yang semuanya dirancang untuk menunjang kualitas hidup penghuni selama masa transisi.
Target Waktu dan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepatan
Pembangunan rumah hunian sementara di Tapanuli Selatan ini ditargetkan selesai sebelum bulan Ramadhan. Target waktu ini ditetapkan agar masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian yang layak sambil menunggu penyelesaian pembangunan hunian tetap. Kementerian PU berkomitmen penuh untuk memenuhi target ini, menunjukkan keseriusan dalam penanganan pascabencana.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian PU menjalin kolaborasi erat dengan berbagai pihak. Kemitraan ini melibatkan pemerintah daerah setempat, BUMN Karya, serta dukungan dari PLN sebagai penyedia listrik. Selain itu, unit-unit teknis di lingkungan Kementerian PU turut berperan dalam penyediaan air bersih dan infrastruktur pendukung lainnya, memastikan kelengkapan fasilitas di kawasan huntara.
Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan tepat waktu dan sesuai standar yang ditetapkan. Hal ini dilakukan agar rumah hunian sementara ini benar-benar dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat terdampak bencana di Tapanuli Selatan. Kolaborasi ini menjadi kunci utama keberhasilan Percepatan Pembangunan Huntara Tapanuli Selatan.
Sumber: AntaraNews