Kemenhub Catat 10 Juta Orang Mudik Lebaran 1447 H Gunakan Angkutan Umum, Naik Signifikan
Kementerian Perhubungan melaporkan lonjakan jumlah pemudik Lebaran 1447 H yang menggunakan angkutan umum, mencapai lebih dari 10 juta orang. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan bahwa sebanyak 10.003.583 orang telah melakukan perjalanan mudik Lebaran 1447 Hijriah. Perjalanan ini menggunakan berbagai moda angkutan umum selama periode H-8 hingga H-1 Lebaran 2026. Data ini dihimpun dari Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu tahun 2026.
Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan signifikan sebesar 9,23 persen dibandingkan dengan periode Angkutan Lebaran 2025. Pada tahun sebelumnya, jumlah pemudik tercatat sebanyak 9.158.315 orang. Peningkatan ini menandakan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk pulang kampung.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, menyampaikan informasi ini di Jakarta. Kemenhub terus memantau pergerakan pemudik untuk memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengelola arus mudik nasional.
Lonjakan Penumpang di Berbagai Moda Transportasi
Pergerakan penumpang angkutan umum secara kumulatif menunjukkan peningkatan di hampir semua moda. Moda perkeretaapian menjadi pilihan utama dengan 2.981.945 orang, naik 13,22 persen dari tahun sebelumnya 2.633.878 orang. Angka ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.
Angkutan udara juga mengalami kenaikan 3,05 persen, melayani 2.190.282 penumpang. Sementara itu, penyeberangan mencatat 2.482.303 orang, meningkat 14,78 persen. Angkutan darat mengangkut 1.587.060 orang, naik 9,18 persen.
Selain itu, angkutan laut turut berkontribusi dengan 761.993 penumpang selama periode mudik. Distribusi penumpang yang merata ini menunjukkan diversifikasi pilihan transportasi masyarakat. Kemenhub terus berupaya meningkatkan fasilitas di setiap moda.
Pemantauan Arus Kendaraan dan Kinerja Angkutan
Selain pergerakan penumpang, arus kendaraan juga terpantau intensif di berbagai simpul transportasi. Pada H-1 Lebaran, sebanyak 117.016 unit kendaraan keluar dari gerbang Tol Jakarta. Sementara itu, 66.210 unit kendaraan masuk ke gerbang Tol Jakarta pada hari yang sama.
Total pergerakan kendaraan keluar masuk di gerbang Tol Jabodetabek mencapai 248.349 unit, sedangkan di gerbang Tol Non-Jabodetabek tercatat sebanyak 236.758 unit. Di ruas arteri, kendaraan yang keluar dari wilayah Jabodetabek tercatat sebanyak 474.454 unit dan yang masuk sebanyak 360.479 unit. Sementara itu, pergerakan kendaraan di ruas arteri Non-Jabodetabek mencapai 491.901 unit.
Kinerja ketepatan waktu (On Time Performance/OTP) angkutan umum juga menjadi perhatian. Perkeretaapian antarkota mencapai 98,20 persen dan regional 98,90 persen. Angkutan udara domestik 85,79 persen, sedangkan internasional 70,24 persen.
Angkutan laut mencatat OTP 95,70 persen, penyeberangan 63,19 persen, dan angkutan darat 72,49 persen. Data ini menunjukkan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan. Kemenhub terus berkoordinasi untuk memastikan operasional yang optimal.
Imbauan Kemenhub untuk Arus Balik Lebaran
Kemenhub terus memastikan penyelenggaraan Angkutan Lebaran berjalan aman, nyaman, dan lancar. Koordinasi lintas sektor serta pemantauan intensif di seluruh simpul transportasi menjadi kunci utama. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 59 Tahun 2026 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 (1447 H).
Ernita Titis Dewi mengimbau masyarakat untuk mulai mengantisipasi arus balik yang puncaknya diperkirakan pada 24 Maret 2026 (H+3). Masyarakat disarankan merencanakan perjalanan lebih awal untuk menghindari kepadatan. Pertimbangkan alternatif jadwal perjalanan guna mengurangi kepadatan serta memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman.
Penting bagi pemudik untuk memastikan kondisi fisik prima dan membawa obat-obatan pribadi. Kesiapan kendaraan juga harus diperiksa sebelum melakukan perjalanan. Gunakan moda transportasi resmi dan berizin serta manfaatkan informasi dari kanal resmi pemerintah.
Kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan sangat penting untuk menjaga kelancaran dan keselamatan. Hal ini akan berkontribusi pada kenyamanan perjalanan selama arus balik Lebaran 2026.
Sumber: AntaraNews