Sorot
{{caption}}
Kesaksian Warga Sebelum Istri Tewas Dicekik Suami

{{caption}}
Pimpinan DPR Janji Cabut Status Tersangka 16 Mahasiswa Trisakti

{{caption}}
Demo Depan DPR Usai, Jalan Gatot Subroto Dibuka Lagi

{{caption}}
Istri Dicekik Suami Pakai Seprei hingga Tewas

{{caption}}
Aturan Baru, Lahan Pertanian Diperkuat untuk Swasembada Pangan

{{caption}}
Prabowo Puji Kinerja Petugas Haji

Topik Terkait
{{caption}}
Meski Tumbuh Melambat, OJK Sebut Kredit Rumah Tangga Kuartal III 2025 Lebih Baik dari Sebelum Pandemi

Konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2025 tumbuh sekitar 7,74 persen.

{{caption}}
Menko Airlangga Akui Konsumsi Pemerintah Turun karena Tidak Ada Pilpres

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa kondisi ekonomi global pada kuartal II masih menghadapi ketidakpastian.

{{caption}}
Ramai soal Fenomena Rojali Alias Rombongan Jarang Beli, Ekonom Beri Penjelasan

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual mengakui adanya kehati-hatian masyarakat dalam konsumsi.

{{caption}}
Ironi di Balik Turunnya Konsumsi Masyarakat, Kenaikan Gaji Kecil dan Tak Tersentuh Bansos

Faisal menjelaskan tren pelemahan konsumsi belajar kelas menengah di Indonesia telah terjadi sejak pandemi Covid-19 pada 2020 lalu.

{{caption}}
Pertumbuhan Melambat, Hippindo Desak Pemerintah Longgarkan Efisiensi Anggaran

Budihardjo meminta agar pemerintah mempertimbangkan untuk mencabut kebijakan efisiensi anggaran.

{{caption}}
PPN 12 Persen Bakal Tekan Kelas Menengah, Ekonomi Diprediksi Stagnan di 2025

Shinta mengungkapkan isu utama yang sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi tahun depan adalah pelemahan kelas menengah.

{{caption}}
Bank Mandiri Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,11 Persen di Kuartal II-2024

Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2024 diramal tumbuh 5,11 persen.

{{caption}}
Jokowi Rajin Bagi-Bagi Bansos, Tapi Ekonomi Indoensia Diramal Hanya Tumbuh 5,04 Persen Sepanjang 2023

Proyeksi ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2022 yang mencapai 5,31 persen (yoy).

{{caption}}
Indef Desak Integrasi Kuat Industri Halal dan Keuangan Syariah untuk UMKM

Kepala CSED Indef, Nur Hidayah, menyoroti pentingnya integrasi Industri Halal dan Keuangan Syariah yang masih berjalan sendiri-sendiri, padahal sinergi keduanya krusial untuk menguatkan ekonomi nasional, terutama bagi UMKM.

{{caption}}
Indef Usul Mobil Listrik Kena Pajak Progresif, Ini Alasannya

Pencabutan insentif pajak untuk kendaraan listrik dianggap krusial karena dapat menghambat proses transisi menuju penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

{{caption}}
INDEF: Biofuel Jadi Jembatan Penting Transisi Energi Menuju Era Kendaraan Listrik

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai biofuel sebagai jembatan strategis dalam transisi energi, mengurangi ketergantungan BBM sebelum adopsi masif kendaraan listrik.

{{caption}}
Mudik Lebaran 2026: Menguak Dampak Ekonomi Triliunan Rupiah dari Kota ke Desa

Perjalanan jutaan pemudik Lebaran 2026 ternyata membawa dampak ekonomi signifikan, mengalirkan triliunan rupiah dari kota ke desa dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

{{caption}}
Indef Dorong Pemerintah Aktifkan Kembali Insentif Kendaraan Listrik, Redam Risiko Fiskal Akibat Harga Minyak

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mendesak pemerintah untuk mengaktifkan kembali insentif kendaraan listrik guna meredam potensi risiko fiskal dari lonjakan harga minyak global.

{{caption}}
Indef Tekankan Pengelolaan Bijak di Tengah Wacana Pelebaran Defisit APBN

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) secara bijak di tengah mencuatnya wacana pelebaran defisit APBN hingga 4,06 persen akibat tekanan ekonomi global.

{{caption}}
Waduh, Ada Perbedaan Data Impor Produk Tekstil China ke Indonesia dengan Data Ekspor China

Berdasarkan data dari Trade Map, Heri menyebut perbedaan data yang mencolok antara catatan impor di Indonesia dan ekspor dari China.

{{caption}}
Survei Indef: Netizen Sosial Media Anggap Kenaikan Utang Sebagai Beban Negara

Dalam catatan Menteri Keuangan (Menkeu) posisi utang pemerintah mencapai Rp8.353,02 triliun pada Mei 2024.