Kalsel Gandeng IPB Percepat Distribusi Albumin Ikan Haruan, Targetkan 2026
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggandeng IPB untuk menguji albumin ikan haruan, menargetkan distribusi resmi pada 2026. Produk unggulan ini diharapkan aman dan berstandar SNI.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui UPTD Balai Penerapan Mutu Hasil Perikanan (BPMHP) tengah berupaya keras. Mereka bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk menguji produk albumin ekstrak ikan haruan.
Langkah strategis ini diambil guna mempercepat proses distribusi resmi produk tersebut. Targetnya, albumin ikan haruan khas Kalsel ini dapat didistribusikan secara luas pada tahun 2026 mendatang.
Kepala UPTD BPMHP Kalsel, Yudita Nurdiana, menjelaskan bahwa pengembangan ini penting. Tujuannya adalah memastikan albumin yang dihasilkan aman, berkualitas, dan memenuhi standar nasional Indonesia (SNI).
Pengembangan dan Standarisasi Produk Albumin Ikan Haruan
Yudita Nurdiana menegaskan bahwa agar produk albumin ikan haruan ini dapat segera didistribusikan, diperlukan pengembangan yang intensif. Hal ini untuk menghasilkan albumin yang tidak hanya aman dikonsumsi tetapi juga sesuai dengan standar SNI. Proses ini juga mengedepankan pembinaan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
“Upaya ini sesuai dengan visi sebagai daerah yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan di sektor kelautan dan perikanan,” ujar Yudita. Visi tersebut diwujudkan melalui produk-produk unggulan lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berstandar nasional.
Kerja sama pengembangan albumin ikan haruan dengan IPB ini merupakan bentuk implementasi kebijakan daerah. Ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi ikan lokal Kalsel sekaligus memperluas diversifikasi produk perikanan yang bernilai ekonomi tinggi.
Yudita menambahkan, “Pengembangan albumin dilakukan secara masif dan berkelanjutan, dengan proses yang telah memenuhi SNI dan pengujian laboratorium yang terakreditasi.” Ini menunjukkan komitmen Kalsel terhadap kualitas produk.
Jaminan Kualitas dan Potensi Pasar Albumin Kalsel
Sebagian besar proses pengujian untuk produk albumin ikan haruan, seperti kadar protein dan komponen lainnya, sudah dapat dilakukan langsung di laboratorium BPMHP Kalsel. Laboratorium ini telah berstandar ISO/IEC 17025:2017, menjamin akurasi hasil pengujian. Selain itu, proses pengolahan albumin di balai juga telah mengikuti standar SNI.
Yudita memastikan bahwa albumin yang dikembangkan telah lolos uji secara laboratoris dan seluruh proses pengolahannya terstandar. Dengan demikian, produk albumin ikan haruan ini dijamin aman dan memiliki kualitas tinggi untuk dikonsumsi maupun digunakan.
Pengembangan produk ini juga merupakan penegasan daerah untuk menjadikan ikan haruan sebagai produk unggulan khas Kalsel. Ikan haruan memiliki nilai tambah yang signifikan dan potensi pasar yang luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pengembangan produk tersebut juga merupakan bagian dari pembangunan Sentra Ikan Haruan yang berada di UPTD Perikanan Budidaya Kesehatan Ikan dan Lingkungan (PBKIL). Sentra ini berfungsi sebagai pusat produksi dan inovasi berbasis perikanan lokal. “Ikan haruan banyak di Kalsel, agar tidak hanya sekadar dikonsumsi langsung, maka kita kembangkan dan diolah menjadi albumin, produk bernilai tinggi,” pungkas Yudita.
Sumber: AntaraNews