KKP Perketat Pengawasan Mutu Produk Perikanan Jelang Ramadan 2026
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) intensifkan Pengawasan Mutu Produk Perikanan dari hulu hingga hilir demi memastikan keamanan konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 2026.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengambil langkah proaktif untuk menjamin kualitas produk perikanan yang beredar di masyarakat. Peningkatan Pengawasan Mutu Produk Perikanan ini dilakukan secara menyeluruh jelang momen penting Ramadan dan Lebaran 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi konsumen dalam mengonsumsi hasil laut.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, menyatakan bahwa pengawasan ini meliputi seluruh rantai pasok. Mulai dari aktivitas produksi di hulu hingga ke hilir, semua aspek diperiksa secara ketat. Hal ini memastikan bahwa setiap produk perikanan memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan.
Pengawasan intensif ini telah berlangsung sejak pertengahan Januari 2026 dan akan terus berlanjut hingga memasuki bulan puasa. Sebanyak 46 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Mutu KKP di seluruh Indonesia terlibat aktif. Mereka melaksanakan kegiatan surveilan, inspeksi, serta pengujian laboratorium terhadap berbagai parameter keamanan pangan.
Strategi Pengawasan Komprehensif dari Hulu ke Hilir
Pengawasan mutu produk perikanan yang diterapkan KKP mencakup dua aspek utama, yaitu di sektor hulu dan hilir. Di sektor hulu, pengawasan fokus pada surveilan dan inspeksi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Ini diterapkan pada tambak maupun kapal perikanan yang menjadi penyuplai rantai pasok domestik dan ekspor. Tujuannya adalah memastikan praktik budidaya yang sehat dan bertanggung jawab.
Sementara itu, di sektor hilir, pengawasan mutu menyasar Unit Pengolahan Ikan (UPI). Inspeksi dilakukan terhadap penerapan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), Good Manufacturing Practices (GMP), dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP). Standar-standar ini krusial untuk menjamin produk olahan ikan aman dikonsumsi. Penerapan standar ketat ini merupakan bagian penting dari Pengawasan Mutu Produk Perikanan KKP.
Ishartini menjelaskan bahwa seluruh rangkaian pengawasan ini bertujuan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang. Dengan memastikan produk perikanan berkualitas, KKP berupaya menjaga kesehatan dan kepercayaan konsumen. Upaya ini menjadi prioritas mengingat tingginya konsumsi ikan selama periode Ramadan dan Lebaran.
Uji Laboratorium dan Pencegahan Food Borne Pathogen
Selain inspeksi dan surveilan penerapan standar mutu, KKP juga melakukan uji laboratorium ekstensif. Pengujian ini sangat penting untuk mencegah munculnya food borne pathogen atau patogen bawaan makanan yang berbahaya. Berbagai parameter diuji untuk memastikan keamanan produk perikanan. Ini adalah bagian integral dari Pengawasan Mutu Produk Perikanan KKP.
Pengujian tersebut mencakup deteksi E. Coli, salmonela, dan listeria, yang merupakan bakteri penyebab penyakit. Selain itu, dilakukan juga uji histamin, formalin, logam berat, dan toksin. Hasil pengujian ini menjadi indikator penting kualitas dan keamanan produk. KKP berkomitmen penuh untuk melindungi konsumen dari risiko kesehatan.
Beberapa UPT yang telah aktif melakukan pengawasan sejak 15 Januari antara lain Stasiun Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (PPMHKP) Bengkulu. Balai PPMHKP Medan II, Stasiun PPMHKP Pontianak, Stasiun PPMHKP Kendari, dan Balai PPMHKP Medan I juga turut serta. Mereka memastikan setiap produk yang beredar aman dikonsumsi masyarakat.
Hasil Pengawasan Awal di Berbagai Daerah
Kepala Balai PPMHKP Medan I, Nandang Koswara, melaporkan hasil positif dari pengawasan yang dilakukan di wilayahnya. Pihaknya telah melakukan pengawasan budidaya tambak ikan serta monitoring kondisi perairan Danau Toba. Hasilnya menunjukkan bahwa produk perikanan di sana dalam kondisi baik dan laik konsumsi. Ini merupakan kabar baik bagi masyarakat sekitar.
Senada dengan itu, Plt. Kepala Stasiun PPMHKP Kendari, Kasrida, juga menyatakan hal serupa. Pengawasan mutu ikan di atas kapal di pelabuhan Kendari menunjukkan hasil yang sangat baik. Ikan-ikan tersebut dipastikan berkualitas tinggi dan siap memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Sulawesi Tenggara. Pengawasan Mutu Produk Perikanan KKP terus memberikan hasil positif.
Temuan positif dari berbagai UPT ini menegaskan komitmen KKP dalam menjaga kualitas produk perikanan. Masyarakat diharapkan dapat menyambut Ramadan dengan tenang, tanpa kekhawatiran akan keamanan pangan. Ketersediaan ikan yang berkualitas dan aman menjadi prioritas utama pemerintah. Ini juga mendukung ketersediaan pangan bergizi selama bulan puasa.
Sumber: AntaraNews