Kalsel Optimalkan Sertifikasi Produk Perikanan, Dorong UMKM dan UPI Tembus Pasar Global
UPTD BPMHP Kalsel mengoptimalkan layanan uji dan Sertifikasi Produk Perikanan Kalsel bagi UMKM dan UPI untuk memperkuat daya saing serta menjamin mutu produk lokal di pasar nasional dan ekspor.
Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Penerapan Mutu Hasil Perikanan (UPTD BPMHP) Provinsi Kalimantan Selatan kini gencar mengoptimalkan layanan pengujian. Inisiatif ini juga mencakup sertifikasi produk perikanan, khususnya ditujukan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Unit Pengolahan Ikan (UPI) di wilayah tersebut.
Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat daya saing produk perikanan lokal di kancah nasional maupun internasional. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk menjamin mutu hasil perikanan daerah agar memenuhi standar kualitas yang berlaku. Kepala UPTD BPMHP Kalsel, Yudita Nurdiana, menyatakan bahwa hal ini krusial untuk menembus pasar yang lebih luas.
Berbagai layanan disediakan, mulai dari pengujian laboratorium, fungsi sebagai lembaga sertifikasi produk, hingga pengambilan sampel langsung di lapangan. Optimalisasi layanan ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor kelautan dan perikanan.
Memperkuat Mutu dan Daya Saing Produk Perikanan Lokal
UPTD BPMHP Kalsel memiliki sejumlah layanan strategis untuk memastikan mutu produk perikanan daerah. Layanan ini mencakup pengujian laboratorium yang canggih serta peran sebagai lembaga sertifikasi produk yang terpercaya. Mereka juga menyediakan layanan pengambilan sampel langsung di lapangan untuk kemudahan pengguna jasa.
Berkat layanan ini, banyak UMKM di Kalimantan Selatan telah terbantu untuk mendapatkan Sertifikat Produk Tersertifikasi SNI (SBP-T SNI). Sertifikasi ini menjadi bukti standar kualitas produk, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan membuka peluang pasar yang lebih besar. Ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pengembangan usaha kecil.
Gubernur Kalsel secara tegas meminta seluruh unit pelaksana teknis untuk berperan aktif dalam peningkatan kualitas produk lokal. Hal ini bertujuan untuk menambah nilai tambah produk, menjamin keamanan pangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor kelautan dan perikanan menjadi fokus utama dalam upaya ini.
Inovasi dan Layanan Ekstra untuk Pelaku Usaha
Selain pengujian di laboratorium, BPMHP Kalsel juga memberikan layanan ekstra yang sangat membantu pelaku usaha. Layanan tersebut berupa pengambilan sampel langsung di lokasi pengguna jasa, termasuk bagi UPI sebagai pelaku usaha di bidang perikanan. Ini memudahkan pelaku usaha perikanan yang mungkin kesulitan membawa sampel ke laboratorium.
Yudita Nurdiana menegaskan bahwa pihaknya siap turun ke lapangan jika pengguna jasa ingin menguji produknya dan meminta pengambilan sampel. "BPMHP Kalsel memiliki tenaga teknis bersertifikat untuk pengambil sampel sesuai standar," ujarnya. Ini menjamin proses pengambilan sampel dilakukan secara profesional dan akurat sesuai standar yang ditetapkan.
BPMHP Kalsel tidak hanya fokus pada pengujian, tetapi juga berinovasi dalam pengembangan produk diversifikasi hasil perikanan. Salah satu produk unggulan yang sedang dikembangkan adalah albumin atau ekstrak ikan gabus (haruan). "Kami ingin menunjukkan bahwa potensi ikan lokal, seperti ikan haruan, juga bisa dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi," kata Yudita. Produk ini diharapkan menjadi unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Lembaga ini juga menjadi rujukan tetap bagi sejumlah pelaku usaha dan UPI yang rutin melakukan pengujian mutu produk sebagai syarat ekspor. "Selama bertahun-tahun kami sudah melayani berbagai pengujian, baik air, es, maupun produk perikanan lainnya," tambah Yudita. Hasil uji dari BPMHP Kalsel menjadi bagian penting dalam proses ekspor produk mereka, menunjukkan kredibilitas lembaga ini di mata pasar internasional.
Sumber: AntaraNews