Jumlah Mesin ATM Makin Turun, Ini Kata OJK
Fenomena ini seiring dengan meningkatkan adopsi teknologi informasi di sektor keuangan yang semakin massif.
Laporan Surveillance Perbankan Indonesia OJK mencatat, jumlah mesin ATM, Cash Deposit Machine (CDM), dan Cash Recycling Machine (CRM) di Indonesia hingga kuartal III-2025 tercatat sebanyak 89.774 unit.
Angka itu menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 91.173 unit. Artinya, terdapat 1.399 unit mesin ATM yang ditutup dalam kurun waktu satu tahun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan tidak menutup kemungkinan tren penurunan jumlah ATM akan terus berlanjut.
Fenomena ini seiring dengan meningkatkan adopsi teknologi informasi di sektor keuangan yang semakin massif.
“Adopsi teknologi informasi di bidang keuangan yang semakin masif, yang mana berdampak pada perubahan perilaku, ekspektasi, dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan dari bank," ujar Dian dikutip Antara, Senin (26/1).
Efisiensi Operasional Perbankan
Dari sisi perbankan, fenomena ini mampu meningkatkan efisiensi operasional mereka. Penguatan layanan digital dinilai dapat mendukung efisiensi melalui pengurangan biaya infrastruktur fisik serta optimalisasi proses layanan.
"Efisiensi tersebut pada akhirnya dapat memperkuat kinerja keuangan dan mendukung profitabilitas perbankan," kata Dian.
Selain berdampak pada efisiensi industri, Dian memandang pemanfaatan teknologi digital juga mendorong perluasan transaksi non-tunai atau cashless di masyarakat.
Sistem pembayaran non-tunai dinilai mampu membuat aktivitas ekonomi berjalan lebih efisien dan diharapkan dapat mendorong peningkatan aktivitas perekonomian secara lebih luas.
"Sistem cashless ini dapat mendukung transaksi ekonomi yang berjalan menjadi lebih efisien, sehingga diharapkan akan lebih mendorong peningkatan aktivitas perekonomian lebih lanjut," tutupnya.