ITDC Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu di The Nusa Dua Bali, Anggarkan Lebih dari Rp10 Miliar
ITDC akan memulai Pengelolaan Sampah Terpadu di The Nusa Dua Bali pada 2026, menyikapi penutupan TPA Suwung dan tantangan sampah organik yang tinggi.
ITDC Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu di The Nusa Dua Bali, Anggarkan Lebih dari Rp10 Miliar
PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), bagian dari InJourney Tourism Development Corporation, akan segera menerapkan sistem Pengelolaan Sampah Terpadu di kawasan The Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk mengatasi tantangan limbah yang terus meningkat di salah satu destinasi pariwisata premium Indonesia.
Rencana ambisius ini mencakup alokasi anggaran lebih dari Rp10 miliar untuk tahap pertama pembangunan fisik dan Detailed Engineering Design (DED) yang dimulai pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai respons proaktif terhadap penundaan penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung Denpasar yang diundur menjadi Februari 2026.
General Manager ITDC The Nusa Dua, Made Agus Dwiatmika, menyatakan bahwa proyek ini sangat krusial mengingat volume sampah harian mencapai 35 ton, dengan mayoritas adalah sampah organik. Pengelolaan terpadu diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi wisatawan serta masyarakat lokal.
Tantangan Sampah di Kawasan Pariwisata Premium
Kawasan The Nusa Dua, yang membentang seluas 350 hektare dan menampung sekitar 22 hotel berbintang serta vila dengan kapasitas 5.500 kamar, menghadapi tantangan serius dalam manajemen limbah. Saat ini, sebagian besar hotel telah memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri, namun belum sepenuhnya optimal.
Made Agus Dwiatmika mengungkapkan bahwa total sampah harian yang dihasilkan di kawasan ini diperkirakan mencapai 35 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 75-80 persennya merupakan sampah organik, yang memerlukan penanganan khusus agar tidak menumpuk dan mencemari lingkungan.
Selain sampah domestik dari hotel dan vila, kawasan pantai The Nusa Dua juga seringkali menerima kiriman sampah dari laut, terutama saat musim angin barat. Sampah-sampah seperti plastik dan ranting kayu yang terbawa arus ini menambah beban pengelolaan kebersihan di area wisata tersebut.
Strategi Pengelolaan Sampah Terpadu ITDC
ITDC berencana untuk mengintegrasikan berbagai metode pengelolaan sampah yang sudah ada dan mengembangkan inovasi baru. Beberapa hotel di The Nusa Dua telah menerapkan kearifan lokal Bali, seperti pembuatan teba modern atau lubang komposter, untuk mengolah sampah organik.
Selain itu, sejumlah hotel juga menjalin kerja sama dengan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) untuk penanganan sampah plastik dan residu. Meskipun demikian, ITDC melihat perlunya sistem yang lebih komprehensif untuk mengoptimalkan penanganan seluruh jenis sampah.
Made Agus Dwiatmika menambahkan bahwa ITDC juga telah berhasil mengolah limbah cair di kawasan Lagoon Nusa Dua. Dengan kapasitas pengelolaan sekitar 3-5 ton, limbah cair tersebut diubah menjadi pupuk yang kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan tanaman di seluruh kawasan The Nusa Dua.
Fokus pada pengelolaan sampah plastik juga menjadi perhatian utama. Meskipun penggunaan plastik di dalam kawasan hotel sudah menurun, volume sampah plastik di luar kawasan masih tinggi. ITDC mempertimbangkan opsi untuk menambah fasilitas pengelolaan khusus sampah plastik guna mengurangi dampaknya.
Antisipasi Penutupan TPA Suwung dan Dampaknya
Rencana Pengelolaan Sampah Terpadu ini merupakan langkah antisipasi terhadap dinamika penutupan TPA Suwung Denpasar. Awalnya dijadwalkan pada Desember 2025, penutupan TPA vital ini diundur menjadi Februari 2026, memberikan waktu tambahan bagi ITDC untuk mempersiapkan infrastruktur pengelolaan sampahnya.
Penutupan TPA Suwung akan berdampak signifikan pada sistem pembuangan sampah di Bali, termasuk bagi kawasan pariwisata seperti The Nusa Dua. Oleh karena itu, investasi lebih dari Rp10 miliar untuk DED dan pembangunan fisik tahap pertama pada 2026 menjadi sangat penting untuk menjamin keberlanjutan lingkungan.
Dengan adanya sistem Pengelolaan Sampah Terpadu ITDC, The Nusa Dua diharapkan dapat menjadi contoh kawasan wisata yang mandiri dan bertanggung jawab dalam mengelola limbahnya. Inisiatif ini selaras dengan upaya menciptakan pariwisata berkelanjutan di Bali.
Sumber: AntaraNews