Prabowo ke Siswa SMAN 1 Cilacap: Percaya Presidenmu, Saya Berjuang Demi Masa Depan Kalian
Presiden Prabowo mengajak siswa dan guru SMAN 1 Cilacap percaya pada pemimpin dan bangsa, serta mengingatkan dampak negatif teknologi.
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi SMAN 1 Cilacap, Jawa Tengah, untuk meninjau hasil revitalisasi fasilitas pendidikan, Rabu (29/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan pesan kepada para siswa dan guru agar menaruh kepercayaan kepada pemimpin dan negara.
Di hadapan para pelajar dan tenaga pendidik, Prabowo menegaskan komitmennya dalam membangun masa depan generasi muda Indonesia.
"Percaya kepada Presidenmu! Saya minta percaya kepada pemimpinmu, percaya kepada Presidenmu! Saya berjuang, saya berjuang untuk kalian semua! Saya berjuang untuk masa depanmu semuanya!" kata Prabowo.
Ajak Percaya Negara dan Pancasila
Selain menekankan pentingnya kepercayaan kepada pemimpin, Prabowo juga mengajak seluruh peserta yang hadir untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
Ia meminta siswa dan guru untuk percaya kepada negara serta ideologi Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa.
"Anak-anakku sekalian, para guru, percaya kepada negaramu, percaya kepada bangsamu, percaya kepada pemimpin-pemimpinmu, percaya kepada ideologi Pancasila kita, percaya kepada kepribadian bangsa Indonesia. Bangga dengan kepribadian bangsa Indonesia," tuturnya.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden juga meninjau sejumlah fasilitas sekolah yang telah diperbarui, termasuk ruang kelas dan sarana pembelajaran berbasis digital.
Ingatkan Dampak Teknologi
Pada kesempatan yang sama, Prabowo mengingatkan tentang perkembangan teknologi yang semakin pesat, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Ia menilai teknologi memiliki potensi besar, namun juga dapat disalahgunakan.
"Hati-hati karena sekarang teknologi, teknologi semakin canggih, terjadi sekarang apa yang dinamakan kecerdasan buatan, artificial intelligence. Ini sudah dahsyat, hati-hati," jelas dia.
"Banyak teknologi juga sekarang dipakai untuk yang negatif, yang tidak baik, yang memecah belah, yang menghasut," sambung Prabowo.