Fakta Mengejutkan: 7,2 Ton Sampah Kiriman Bersihkan Pantai Tanjung Aan Mandalika Jelang Musim Hujan

ITDC berhasil mengangkut 7,2 ton sampah kiriman dari Pantai Tanjung Aan Mandalika, sebagian besar plastik, sebagai langkah antisipatif memasuki musim hujan. Apa dampaknya bagi pariwisata?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Mengejutkan: 7,2 Ton Sampah Kiriman Bersihkan Pantai Tanjung Aan Mandalika Jelang Musim Hujan
ITDC berhasil mengangkut 7,2 ton sampah kiriman dari Pantai Tanjung Aan Mandalika, sebagian besar plastik, sebagai langkah antisipatif memasuki musim hujan. Apa dampaknya bagi pariwisata? (AntaraNews)

InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) telah melakukan upaya masif dalam menjaga kebersihan kawasan pariwisata The Mandalika. Tercatat, total 7,2 ton sampah berhasil dikumpulkan dari area pesisir dan akses jalan menuju Pantai Tanjung Aan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pembersihan intensif ini dilakukan sebagai respons terhadap peningkatan volume sampah kiriman yang terbawa arus laut. Sebagian besar sampah yang ditemukan adalah material plastik dan limbah non-organik yang mengotori keindahan pantai.

Kegiatan bersih-bersih ini telah berlangsung setiap hari sejak 16 Oktober 2025 dan melibatkan staf pemeliharaan dari desa sekitar. Armada truk operasional ITDC turut mendukung pengangkutan sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pengengat.

Upaya Intensif ITDC Hadapi Sampah Kiriman

ITDC terus meningkatkan intensitas pengelolaan lingkungan di kawasan The Mandalika sebagai bagian dari visi mereka. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan kawasan pariwisata kelas dunia yang bersih dan nyaman bagi pengunjung.

Pgs General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, menjelaskan bahwa Pantai Tanjung Aan mulai terdampak kiriman sampah laut. Fenomena ini diakibatkan oleh perubahan arus dan arah angin barat yang terjadi saat memasuki musim hujan.

"Memasuki musim hujan ini, Pantai Tanjung Aan, yang mulai terdampak kiriman sampah laut akibat perubahan arus dan arah angin barat," kata Agus Setiawan. Kegiatan bersih-bersih pantai ini menjadi langkah antisipatif penting bagi ITDC.

Menurut Agus, arus laut selatan cenderung membawa material sampah dari wilayah lain ke pesisir The Mandalika, termasuk Tanjung Aan. Oleh karena itu, ITDC bergerak cepat dengan melibatkan masyarakat lokal untuk menjaga kebersihan kawasan.

Kolaborasi Masyarakat dan Dampak Perubahan Iklim

Keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian krusial dari strategi ITDC dalam menjaga keberlanjutan kawasan wisata. Selain memperkuat kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga sekitar.

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa wilayah Nusa Tenggara Barat mulai memasuki awal musim hujan pada akhir Oktober hingga awal November. Pergeseran angin dan peningkatan gelombang laut pada periode ini menjadi faktor utama tingginya volume sampah kiriman di pesisir selatan Lombok.

Agus Setiawan menekankan pentingnya kolaborasi ini. "Kami percaya pengelolaan destinasi berkelanjutan tidak hanya soal menjaga kebersihan, tetapi juga membangun kolaborasi dengan masyarakat, sebagai mitra yang menjaga wajah kawasan wisata," ujarnya.

Melalui pendekatan ini, ITDC tidak hanya fokus pada aspek kebersihan fisik, tetapi juga membangun kemitraan yang kuat. Hal ini memastikan bahwa masyarakat lokal turut memiliki rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap lingkungan mereka.

Visi Pariwisata Berkelanjutan The Mandalika

Sebagai bagian dari ekosistem InJourney Group, ITDC terus memperkuat sinergi lintas destinasi. Tujuannya adalah untuk menghadirkan pariwisata yang tidak hanya berdaya saing global, tetapi juga berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

Komitmen ITDC sangat jelas dalam setiap kawasan yang mereka kelola. Mereka bertekad untuk memastikan The Mandalika tumbuh sebagai destinasi yang bersih, hijau, dan memberikan manfaat nyata bagi komunitas lokal.

"Komitmen kami adalah memastikan setiap kawasan yang kami kelola, termasuk The Mandalika, tumbuh sebagai destinasi yang bersih, hijau, dan memberikan manfaat nyata bagi komunitas lokal,” kata Agus Setiawan. Ini menunjukkan fokus pada dampak positif jangka panjang.

Langkah-langkah ini mencerminkan dedikasi ITDC terhadap pembangunan pariwisata yang bertanggung jawab. Mereka berupaya menciptakan keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian lingkungan di The Mandalika.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi