Israel Terus Tambah Anggaran Militer, Tahun Ini Tembus Rp517 Triliun
Serangan militer dari Israel yang terjadi memicu pertanyaan publik mengenai seberapa besar anggaran yang dialokasikan untuk pertahanan negara.
Sejak 2023, Israel terus melancarkan serangan terhadap Palestina. Namun belakangan, dinamika konflik di kawasan Timur Tengah semakin meluas, ditandai dengan saling serangnya Iran dan Israel. Situasi ini menambah ketegangan yang sudah lama membara di wilayah tersebut.
Serangan militer dari Israel yang terjadi memicu pertanyaan publik mengenai seberapa besar anggaran yang dialokasikan untuk pertahanan negara tersebut.
Melansir data dari Statista, anggaran pertahanan Israel untuk tahun 2025 mengalami lonjakan signifikan. Pemerintah Israel telah menyetujui anggaran sebesar hampir 110 miliar shekel Israel atau setara Rp517 triliun (kurs Rp4.700). Jumlah ini menunjukkan peningkatan sekitar 84 persen dibandingkan alokasi anggaran pada tahun 2022.
Peningkatan substansial dalam pengeluaran militer ini mencerminkan fokus baru Israel terhadap kesiapsiagaan militer. Hal ini juga menandai pergeseran prioritas nasional yang dipicu oleh meletusnya konflik Israel-Hamas sejak Oktober 2023.
Pemerintah Israel tampak berupaya mengantisipasi skenario konflik berkepanjangan di masa depan. Meski demikian, anggaran pertahanan 2025 menunjukkan sedikit penurunan jika dibandingkan dengan pengeluaran aktual tahun 2024, yang mencapai 153 miliar shekel atau Rp719,1 triliun.
Tren Belanja Negara
Perbedaan ini mengindikasikan bahwa para perencana anggaran Israel memprediksi adanya penurunan intensitas konflik bersenjata pada tahun mendatang. Kenaikan anggaran militer tersebut merupakan bagian dari tren belanja negara yang semakin meningkat di tengah konflik Timur Tengah.
Selama kuartal pertama tahun 2024, konsumsi pemerintah Israel tercatat lebih dari 123 miliar shekel atau Rp578 triliun, naik 27 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023.
Kenaikan belanja publik ini sebagian besar didorong oleh pengeluaran pertahanan. Namun, dana tersebut juga dialokasikan untuk pembayaran tunjangan kesejahteraan dan kompensasi kepada warga sipil yang terdampak langsung oleh konflik.
Dampak dari meningkatnya belanja militer turut tercermin dalam data utang nasional Israel. Pada kuartal ketiga 2024, utang pemerintah umum Israel melonjak hingga lebih dari 1,3 triliun shekel atau Rp6.110 triliun. Angka ini mencerminkan peningkatan sekitar 20 persen hanya dalam waktu satu tahun.
Lonjakan utang ini menunjukkan tekanan fiskal yang dihadapi Israel akibat beban belanja militer yang terus meningkat.
Sepanjang tahun 2024, anggaran pertahanan bahkan menyentuh angka 8,8 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional, menandakan tingginya prioritas negara terhadap sektor keamanan di tengah ketidakpastian geopolitik kawasan.