Investasi di KEK Gresik dan Kendal Tembus Rp 190 Triliun Terbesar di Indonesia
Hingga semester I 2025, total nilai investasi di kedua KEK tersebut mencapai Rp 190,97 triliun.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik dan KEK Kendal menjadi dua kawasan dengan perkembangan investasi terbesar di Indonesia.
Hingga semester I 2025, total nilai investasi di kedua KEK tersebut mencapai Rp 190,97 triliun.
Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menjelaskan KEK Gresik berhasil merealisasikan investasi Rp 11,2 triliun sepanjang Januari–Juni 2025, atau 45,9 persen dari target tahunan Rp 24,4 triliun.
Dari sisi ekspor, kinerja KEK Gresik juga meningkat signifikan, dengan nilai akumulatif Rp 8,44 triliun.
“KEK Gresik kini memiliki pabrik smelter tembaga single line terbesar di dunia milik PT Freeport. Produksinya sudah mulai diekspor dan digunakan untuk bahan baku industri domestik,” ujar Susi dalam konferensi pers kinerja KEK kuartal II di Jakarta, Selasa (9/9).
Secara akumulatif, total investasi KEK Gresik hingga pertengahan 2025 mencapai Rp 100,85 triliun. Investasi tersebut menyerap 41 ribu tenaga kerja dari 32 industri, dengan sektor terbesar berasal dari industri smelter tembaga, hilir, dan kaca.
Hilirisasi Dongkrak Ekonomi dan Tekan Impor
Selain meningkatkan ekspor, hilirisasi tembaga dan logam mulia di KEK Gresik diproyeksikan memberi kontribusi besar pada perekonomian nasional.
Potensi ekspor dari sektor ini diperkirakan mencapai USD 4 miliar, sementara substitusi impor ditargetkan USD 2,3 miliar.
Industri turunan smelter juga terus dikembangkan, meliputi pengolahan asam sulfat, slag, gypsum, hingga timbal.
Ekosistem ini diharapkan menambah nilai tambah produk dan memperkuat rantai pasok nasional.
KEK Kendal Fokus ke Industri Baterai EV
Sementara itu, KEK Kendal juga mencatat kinerja positif. Hingga semester I 2025, nilai investasinya mencapai Rp 90,12 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 66.614 orang dari 128 industri. Nilai ekspor akumulatif kawasan ini tercatat Rp 14,34 triliun.
Sepanjang Januari–Juni 2025, realisasi investasi KEK Kendal sebesar Rp 5,12 triliun atau 61,2 persen dari target Rp 8,36 triliun. Ekspor pada periode yang sama mencapai Rp 5,29 triliun.
“Mereka memproduksi anoda untuk baterai lithium yang diekspor ke Amerika. Produk ini dipakai Tesla dan industri lain pengguna baterai lithium untuk kendaraan listrik. Saat ini kapasitas produksi 80.000 ton, dan tahap kedua tahun ini akan ditambah lagi 80.000 ton,” jelas Susi.