Realisasi Investasi KEK Capai Rp82,6 Triliun di 25 Kawasan Sepanjang 2025
Realisasi investasi di 25 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sepanjang tahun 2025 berhasil mencapai Rp82,6 triliun, mendekati target yang ditetapkan dan menunjukkan peran vital KEK dalam menggerakkan perekonomian nasional.
Realisasi investasi di 25 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sepanjang tahun 2025. Data terbaru mencatat bahwa total investasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp82,6 triliun. Angka ini menandakan pencapaian sekitar 98 persen dari target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Capaian impresif ini diumumkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, di Jakarta. Beliau menegaskan bahwa KEK terus berperan sebagai instrumen penting. Peran tersebut dalam mendorong investasi serta penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah di Tanah Air.
Selain itu, penyerapan tenaga kerja di seluruh KEK tersebut juga sangat menggembirakan. Sebanyak 88.541 orang telah terserap dalam berbagai sektor industri dan layanan yang beroperasi di kawasan-kawasan ekonomi khusus ini.
Kontribusi KEK dalam Perekonomian Nasional
Secara kumulatif, realisasi investasi di KEK hingga akhir tahun 2025 telah mencapai angka fantastis Rp336 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan berkelanjutan dari tahun-tahun sebelumnya. Total penyerapan tenaga kerja secara kumulatif juga mencapai sekitar 249 ribu orang, menandakan dampak positif KEK terhadap kesempatan kerja.
Kajian yang dilakukan oleh Prospera bersama Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia memperkuat data ini. Studi tersebut menunjukkan bahwa wilayah yang memiliki KEK mampu menarik investasi hingga 77 persen lebih tinggi. Perbandingan ini dilakukan terhadap wilayah non-KEK.
Selain itu, penyerapan tenaga kerja di KEK tercatat 52 persen lebih besar. Khusus untuk KEK industri, investasi asing langsung (FDI) bahkan dapat mencapai sekitar 179 persen lebih tinggi. Data ini membuktikan efektivitas KEK sebagai magnet bagi investor dan pencipta lapangan kerja.
KEK Kendal: Pusat Industri dan Penyerapan Tenaga Kerja
Salah satu contoh keberhasilan KEK adalah KEK Kendal. Executive Director Kendal Industrial Park, Juliani Kusumaningrum, melaporkan bahwa hingga tahun 2025, KEK Kendal mencatat akumulasi investasi sekitar Rp187,05 triliun. Kawasan ini juga berhasil menyerap sekitar 76.559 orang tenaga kerja.
Perkembangan pesat ini berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah. Laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kendal pada tahun 2025 tercatat meningkat signifikan. PDRB mencapai 8,84 persen.
KEK Kendal juga aktif mengembangkan program link and match. Program ini bertujuan memperkuat keterhubungan antara dunia industri dengan lembaga pendidikan dan pelatihan. Tujuannya guna mendukung ketersediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
KEK Sanur dan Industropolis Batang: Sektor Unggulan dan Pemberdayaan
KEK Sanur, seperti dijelaskan oleh Vice President Corporate Planning & Strategic Delivery Unit KEK Sanur, Ade Saputra, memiliki dua fokus utama, yakni sektor kesehatan dan pariwisata. KEK ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing layanan kesehatan dalam negeri. Dengan demikian, mampu bersaing dengan rumah sakit di luar negeri.
Salah satu fasilitas utama di KEK Sanur adalah Bali International Hospital. Rumah sakit ini menyediakan layanan unggulan seperti kardiologi, onkologi, neurologi, ortopedi, serta layanan kesehatan ibu dan anak. Tersedia pula fasilitas kesehatan lain, termasuk pusat fertilitas Alpha IVF & Women’s Specialist.
Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, menyampaikan bahwa kawasan yang diresmikan pada 20 Maret 2025 ini menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Program tersebut berbasis empat kerangka utama: ketenagakerjaan, ekonomi dan UMKM, lingkungan, serta sosial.
Program di KEK Industropolis Batang antara lain meliputi pelatihan menjahit untuk operator sepatu, pelatihan desain dan printing, serta pelatihan bahasa Inggris bagi calon tenaga kerja. Sejak 2022 hingga 2025, jumlah peserta pelatihan di kawasan tersebut mencapai lebih dari 1.800 orang.
KEK Nongsa dan Gresik: Inovasi Digital dan Peningkatan Kesejahteraan
KEK Nongsa turut mengembangkan talenta digital melalui program pelatihan vokasi Infinite Learning. Program ini bekerja sama dengan mitra global dan nasional seperti Apple Developer Academy, RMIT University, Red Hat, dan IBM. Hingga kuartal IV 2025, program tersebut telah diikuti lebih dari 8.000 peserta.
Infinite Studios di KEK Nongsa juga berkolaborasi dengan 22 UMKM kreatif dalam produksi film animasi berskala internasional. Studio ini telah memproduksi lebih dari 20 film internasional dan sedang menggarap 10 judul animasi. Proyek ini melibatkan sekitar 160 tenaga kerja dan dukungan dari tiga studio UMKM di Pulau Jawa.
Di sisi lain, External Relation and Special Economic Zone Director KEK Gresik, Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti, menyatakan bahwa KEK Gresik berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kontribusi ini tercermin dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Gresik. IPM naik dari 77,30 pada 2021 menjadi 79,69 pada 2025.
Selain itu, tingkat pengangguran di daerah tersebut juga berhasil ditekan, dari 8 persen menjadi 5,47 persen dalam lima tahun terakhir. Hal ini membuktikan bahwa KEK Gresik berhasil menjadi pusat investasi industri baru yang mendukung hilirisasi dan rantai pasok industri nasional, serta menciptakan lapangan kerja.
Sumber: AntaraNews