InJourney Pastikan Kelancaran Layanan Arus Balik Lebaran 2026 di Bandara Soetta
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menjamin kelancaran layanan bagasi hingga transportasi di Bandara Soetta selama arus balik Lebaran 2026, antisipasi lonjakan penumpang yang signifikan.
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, memastikan kelancaran layanan bagi para pengguna jasa penerbangan selama arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026. Fokus utama bandara adalah area kedatangan untuk mengoptimalkan pelayanan di tengah lonjakan penumpang. Hal ini dilakukan demi kenyamanan para pengguna jasa penerbangan.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menyatakan komitmen bandara dalam menjaga standar layanan optimal. Kesiapan layanan penanganan bagasi, kelancaran transportasi, dan ketersediaan troli menjadi prioritas utama. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi tingginya volume penumpang.
Pihak bandara telah menetapkan standar waktu kedatangan bagasi, yakni 15 menit untuk bagasi pertama dan 30 menit untuk bagasi terakhir. Ketersediaan troli juga dipastikan mencukupi untuk kebutuhan barang bawaan penumpang. Upaya ini merupakan bagian dari persiapan menyeluruh menghadapi arus balik.
Optimalisasi Layanan Bagasi dan Ketersediaan Troli
Dalam upaya menjaga kelancaran operasional, Bandara Soetta memprioritaskan penanganan bagasi yang efisien. Standar waktu 15 menit untuk bagasi pertama dan 30 menit untuk bagasi terakhir diterapkan secara ketat. Hal ini bertujuan mengurangi waktu tunggu penumpang di area kedatangan.
Ketersediaan troli menjadi perhatian utama mengingat banyaknya barang bawaan penumpang selama masa Lebaran. Heru Karyadi menegaskan bahwa jumlah troli harus mencukupi di seluruh terminal Bandara Soetta. Penambahan stok dan penempatan strategis troli dilakukan untuk memudahkan pergerakan penumpang.
Pengelola bandara terus memantau dan mengoptimalkan distribusi troli agar selalu tersedia saat dibutuhkan. Langkah ini merupakan bagian integral dari komitmen InJourney Airports dalam memberikan pelayanan terbaik. Kenyamanan penumpang menjadi fokus utama dalam setiap aspek layanan.
Dukungan Transportasi dan Kesiapan Operasional 24 Jam
Selain layanan bagasi, Bandara Soetta juga memastikan ketersediaan transportasi darat yang memadai untuk mobilisasi penumpang. Kereta bandara, bus, dan taksi disiagakan untuk melayani kebutuhan penumpang dari terminal kedatangan. Ini penting untuk menjaga kelancaran arus keluar masuk bandara.
Layanan antar jemput shuttle bus dibuka selama 24 jam sebagai antisipasi lonjakan penumpang selama arus balik Lebaran. Heru Karyadi menjelaskan bahwa operasional moda transportasi darat ini difokuskan untuk mendukung pergerakan pemudik. Kesiapan ini menjamin penumpang selalu memiliki opsi transportasi.
Unit Skytrain atau kereta kalayang juga beroperasi selama 23 jam guna membantu pengguna jasa penerbangan mengakses antar terminal. Satu jam sisanya digunakan untuk pemeliharaan rutin guna memastikan Skytrain selalu dalam kondisi prima. Koordinasi lintas instansi diperkuat untuk menjaga operasional bandara tetap berjalan lancar.
Jumlah personel yang bertugas tidak dikurangi, bahkan disiagakan dalam jumlah memadai, sama seperti saat arus mudik. Penguatan personel ini penting untuk memastikan semua layanan berjalan optimal. Ini menunjukkan keseriusan bandara dalam menghadapi puncak arus balik.
Prediksi Lonjakan Penumpang dan Pergerakan Pesawat
InJourney Airports memprediksi dua gelombang puncak arus balik Lebaran di Bandara Soetta, yaitu pada Selasa, 24 Maret, dan Sabtu, 28 Maret 2026. Prediksi ini didasarkan pada pola lonjakan penumpang yang serupa dengan arus mudik sebelumnya. Puncak arus mudik terjadi pada 14 Maret dan 18 Maret dengan realisasi mencapai 190.000 penumpang.
Untuk gelombang puncak kedua pada 28 Maret 2026, diperkirakan akan ada sekitar 198.387 penumpang dan 1.221 penerbangan dalam satu hari. Meskipun pada 14 Maret 2026 telah melayani 190.000 penumpang, puncak tertinggi tetap diprediksi pada Sabtu, 28 Maret. Ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah pergerakan.
Sejak awal tren, trafik pergerakan pesawat telah mencapai 1.184 penerbangan dengan 190.000 penumpang, melebihi prediksi awal. Secara kumulatif, hingga periode 14-24 Maret 2026, Bandara Soetta telah melayani 1.983.067 orang penumpang. Ini menunjukkan volume perjalanan yang sangat tinggi selama masa angkutan Lebaran.
Total layanan hingga H+2 mencapai 13.184 penerbangan, tumbuh 4,7 persen dibandingkan tahun 2025 dan 5,6 persen dibandingkan tahun 2019. Pertumbuhan ini menandakan pemulihan normal dan peningkatan aktivitas penerbangan pasca-pandemi. Data ini menegaskan keberhasilan upaya bandara dalam melayani lonjakan penumpang.
Sumber: AntaraNews