Lonjakan Pemudik Sepeda Motor di Pelabuhan Ketapang pada Arus Balik Lebaran 2026, ASDP Prioritaskan Penyeberangan

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat lonjakan signifikan pemudik sepeda motor di Pelabuhan Ketapang saat arus balik Lebaran 2026, memprioritaskan penyeberangan demi kelancaran arus lalu lintas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Lonjakan Pemudik Sepeda Motor di Pelabuhan Ketapang pada Arus Balik Lebaran 2026, ASDP Prioritaskan Penyeberangan
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah strategis menghadapi lonjakan signifikan pemudik sepeda motor di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk pada arus balik Lebaran 2026, memastikan kelancaran penyeberangan. (AntaraNews)

Lonjakan pemudik sepeda motor pada arus balik H+7 Lebaran 2026 di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Sabtu.

Yossianis Marciano menjelaskan bahwa tingginya jumlah penumpang sepeda motor mendorong ASDP untuk mengambil langkah strategis. Perusahaan memaksimalkan operasional beberapa kapal feri agar dapat memuat pemudik sepeda motor secara penuh saat menyeberang ke Gilimanuk.

Strategi ini diterapkan oleh ASDP untuk mengurai antrean di area parkir, jalur dermaga pelabuhan, serta di jalan arteri depan pintu masuk pelabuhan. Tujuannya adalah memastikan kelancaran arus balik Lebaran bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan.

Yossianis Marciano menegaskan bahwa pemudik sepeda motor menjadi prioritas utama pada momentum arus balik Lebaran 2026 di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Prioritas kedua diberikan kepada bus penumpang, sedangkan kendaraan roda empat (mobil pribadi) menempati prioritas ketiga.

Strategi prioritas ini merupakan upaya ASDP untuk mengurai antrean di area parkir maupun jalur dermaga pelabuhan serta di jalan arteri depan pintu masuk pelabuhan. Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berlebihan.

ASDP terus berupaya mengurai antrean kendaraan, dan tetap mengutamakan kendaraan penumpang, sepeda motor termasuk bus penumpang. Tujuannya agar pemudik dapat lekas tiba di pelabuhan dan menyeberang ke Pulau Bali dengan lancar.

Untuk mengatasi lonjakan pemudik sepeda motor, ASDP memaksimalkan beberapa kapal feri agar dapat memuat pemudik secara penuh saat menyeberang ke Gilimanuk. "Pada hari ini penumpang sepeda motor terjadi lonjakan sangat tinggi, oleh karena itu kami melakukan upaya, yakni memaksimalkan beberapa kapal feri secara penuh memuat pemudik sepeda motor menyeberang ke Gilimanuk," ujar Yossianis.

Penerapan prioritas bagi kendaraan roda dua, bus penumpang, dan mobil pribadi menjadi kunci strategi ASDP. Ini bertujuan untuk menekan penumpukan kendaraan di berbagai titik. Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi kemacetan parah di sekitar area pelabuhan.

Antrean pada sore hari ini masih terjadi lagi, namun tidak begitu panjang. Sebelumnya antrean mencapai 4 kilometer, sekarang sudah terurai dan turun menjadi sekitar 2 kilometer. ASDP terus bekerja keras untuk memastikan kelancaran arus kendaraan.

Antrean kendaraan truk logistik yang sempat terjadi sejak Minggu (29/3) pagi telah berhasil terurai kembali. Yossianis menjelaskan bahwa antrean tersebut merupakan proses delaying system kendaraan truk di buffer zone yang telah disiapkan. Sistem ini sengaja diterapkan untuk mengelola kepadatan.

"Teman-teman bisa lihat bersama di pelabuhan ramai lancar, tapi di luar pelabuhan ada antrean truk. karena proses delaying system sesuai rencana yang kami telah siapkan sebelumnya. Jadi, sistem penundaan ini untuk truk, tapi untuk kendaraan penumpang justru kami percepat pemuatan dan masuk pelabuhan," kata Yossianis.

Yossianis meminta kesabaran dari para sopir truk karena ASDP telah menyediakan buffer zone sebagai tempat singgah sementara. Ini dilakukan agar penumpang atau pemudik sepeda motor dan mobil pribadi bisa terlayani lebih dulu, sehingga nanti pemuatan kendaraan truk dapat dilakukan secara simultan.

ASDP menerapkan skenario sangat padat dengan mengoperasikan total 32 unit kapal di lintasan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) pada puncak arus balik H+7 Lebaran 2026. Hal ini menunjukkan kesiapan ASDP dalam menghadapi tingginya volume penyeberangan.

Dari 32 kapal feri yang beroperasi pada puncak arus balik, 18 armada di antaranya menerapkan skema tiba bongkar berangkat (TBB). Skema TBB ini bertujuan mengurai kepadatan kendaraan roda empat (mobil pribadi) dan sepeda motor termasuk kendaraan truk logistik, dengan mempercepat proses bongkar muat.

Dermaga yang beroperasi dengan pola TBB meliputi Dermaga MB-IV dengan empat unit kapal, di LCM dengan 11 unit, serta Dermaga Bulusan dengan tiga unit kapal feri. Dari pantauan, hingga Minggu (29/3) sore, pemudik mobil pribadi, bus penumpang, dan ribuan pemudik sepeda motor terus berdatangan di Pelabuhan Ketapang untuk menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi