ASDP Ketapang Operasikan 34 Kapal, Urai Kepadatan Arus Balik Lebaran 2026
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang mengerahkan 34 kapal untuk mengurai kepadatan arus balik Lebaran 2026 yang melonjak signifikan, memastikan kelancaran perjalanan pemudik. Strategi ini menjadi kunci utama dalam menjaga "flow" kendaraan tet
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, mengoperasikan sebanyak 34 unit kapal untuk mempercepat penguraian kepadatan lalu lintas. Langkah ini diambil menyusul lonjakan signifikan pada arus balik Lebaran 2026, khususnya pada H+8 atau Senin. Peningkatan jumlah kapal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran perjalanan para pemudik yang kembali setelah merayakan Idulfitri.
Dari total 34 kapal yang beroperasi, 22 di antaranya menerapkan pola tiba bongkar berangkat (TBB) di beberapa dermaga utama seperti Dermaga III, Dermaga MB 4, LCM, dan Dermaga Bulusan. Selain itu, empat kapal perbantuan turut dikerahkan untuk mendukung percepatan rotasi dan menjaga stabilitas layanan. Strategi ini diharapkan dapat menekan waktu tunggu antrean kendaraan di pelabuhan.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menegaskan bahwa kunci utama pengendalian kepadatan bukan hanya pada jumlah kapal, melainkan kecepatan layanan di setiap titik. Fokus utama ASDP adalah memastikan seluruh proses berjalan cepat dan berkesinambungan. Dengan pola TBB, kapal tidak berlama-lama di dermaga, sehingga kendaraan dapat segera terlayani dan terus bergerak maju.
Strategi Percepatan Layanan ASDP Ketapang
Untuk mendukung percepatan layanan penyeberangan, ASDP Ketapang terus mengoptimalkan waktu bongkar muat kapal. Rata-rata durasi yang diterapkan adalah sekitar 35 menit per siklus layanan, menunjukkan efisiensi operasional yang tinggi. Dengan durasi yang lebih singkat dan disiplin operasional yang terjaga, rotasi kapal dapat berlangsung lebih cepat, sehingga kapasitas layanan meningkat secara signifikan.
Yossianis Marciano menjelaskan bahwa dalam kondisi puncak arus balik, antrean kendaraan memang tidak dapat dihindari sepenuhnya. Namun, selama pergerakan tetap terjaga, waktu tunggu dapat ditekan secara signifikan. "Yang terpenting adalah flow tetap hidup, antrean boleh terjadi, tetapi tidak boleh berhenti," ucapnya, menekankan pentingnya aliran lalu lintas yang berkelanjutan.
Di tengah menguatnya arus balik pada H+8 Lebaran 2026, lintasan Ketapang-Gilimanuk tetap bergerak dinamis. ASDP menempatkan percepatan layanan sebagai strategi utama untuk menjaga arus kendaraan tetap mengalir dan terkendali. Upaya ini dilakukan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan.
Data dan Statistik Arus Balik Lebaran 2026
Berdasarkan pemantauan pada pukul 14.00 WIB, antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mencapai sekitar 5,8 km dari akses masuk pelabuhan. Antrean ini didominasi oleh kendaraan kecil, truk sedang, truk besar, serta bus yang terus bergerak menuju pelabuhan. Situasi ini menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk kembali ke daerah asal atau tujuan setelah libur Lebaran.
Data dari Posko Angkutan Lebaran Pelabuhan Ketapang selama 24 jam pada periode 29 Maret 2026 (H+7 Lebaran), mencatat jumlah trip kapal di Pelabuhan Ketapang mencapai 212 trip. Realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H+7 Lebaran mencapai 56.365 orang, menunjukkan kenaikan 12,9 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan signifikan juga terlihat pada realisasi kendaraan roda dua yang menyeberang pada H+7 Lebaran, mencapai 12.458 unit atau naik 57 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 7.936 unit. Sementara itu, kendaraan roda empat mencapai 4.995 unit atau turun 0,6 persen, dan total truk yang menyeberang mencapai 1.192 unit atau turun 27,8 persen. Bus penumpang yang menyeberang tercatat 412 unit, turun 16,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sumber: AntaraNews