PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang telah mempersiapkan armada besar untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Sebanyak 55 unit kapal penyeberangan feri disiagakan untuk melayani lintasan Ketapang (Banyuwangi) menuju Gilimanuk (Bali). Persiapan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan para pemudik yang akan melintasi Selat Bali.
General Manajer ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko Kurnianjah, menjelaskan bahwa pengoperasian kapal akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Mulai dari situasi normal hingga padat, jumlah kapal yang beroperasi akan diatur secara fleksibel. Strategi ini bertujuan untuk mengoptimalkan kapasitas layanan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas penyeberangan.
Peningkatan jumlah kapal ini merupakan bagian dari upaya ASDP Ketapang dalam mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan. Meskipun pada H-9 Lebaran arus mudik masih didominasi truk logistik, peningkatan sebesar 14 persen dari hari-hari sebelumnya sudah mulai terlihat. Langkah proaktif ini diharapkan dapat mencegah penumpukan di pelabuhan.
Advertisement
Advertisement
Dalam menghadapi puncak arus mudik Lebaran 2026, ASDP Ketapang memastikan ketersediaan armada yang memadai. Dari total 55 unit kapal yang disiapkan, 28 kapal akan beroperasi pada kondisi normal. Jumlah ini akan ditambah menjadi 32 kapal jika terjadi kepadatan penumpang dan kendaraan untuk memperkuat kapasitas layanan.
Arief Eko Kurnianjah menambahkan bahwa penambahan kapal ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas layanan. Hal ini juga untuk menjaga kelancaran arus mudik di lintasan strategis Ketapang-Gilimanuk. Kesiapan ini menjadi prioritas utama demi kenyamanan pemudik.
Selain armada, infrastruktur dermaga juga menjadi fokus perhatian ASDP Ketapang. Total terdapat 17 dermaga (MB/LCM) yang tersedia di lintasan ini. Delapan dermaga berlokasi di Pelabuhan Ketapang, sementara sembilan dermaga lainnya berada di Pelabuhan Gilimanuk. Ketersediaan dermaga yang cukup diharapkan dapat mempercepat proses bongkar muat kapal.
Advertisement
Advertisement
ASDP Ketapang juga telah menyiapkan zona penyangga atau buffer zone untuk mengantisipasi kepadatan pemudik. Zona ini berfungsi sebagai area tunggu sementara bagi kendaraan. Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan langsung di area pelabuhan.
Dari arah utara, pemudik yang datang dari Situbondo-Banyuwangi dapat memanfaatkan Grand Watu Dodol dan Terminal Sri Tanjung sebagai zona penyangga. Sementara itu, dari arah selatan (Banyuwangi-Situbondo), lahan parkir ASDP di Desa Bulusan disiapkan. Lokasi-lokasi ini dipilih strategis untuk menampung kendaraan sebelum masuk pelabuhan.
Penyediaan zona penyangga ini diharapkan dapat mengurai potensi kemacetan di sekitar area pelabuhan. Pengaturan lalu lintas kendaraan menjadi lebih teratur. Ini juga memberikan kenyamanan lebih bagi pemudik yang menunggu jadwal penyeberangan.
Advertisement
Advertisement
Hingga H-9 Lebaran, Kamis (12/3/2026), arus mudik di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk mulai menunjukkan peningkatan. Data menunjukkan adanya kenaikan sebesar 14 persen dibandingkan hari-hari sebelumnya. Meskipun demikian, kondisi di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang masih tergolong lengang.
Arief Eko Kurnianjah mengungkapkan bahwa kendaraan yang menyeberang saat ini masih didominasi oleh truk logistik. Ini menunjukkan bahwa puncak arus mudik penumpang pribadi belum terjadi secara signifikan. Namun, peningkatan ini tetap menjadi indikator awal.
ASDP Ketapang terus memantau perkembangan situasi arus mudik secara real-time. Mereka siap untuk melakukan penyesuaian operasional sesuai kebutuhan. Hal ini termasuk penambahan jadwal keberangkatan kapal atau pengaktifan dermaga tambahan jika diperlukan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews