ASDP Ketapang Terapkan Skenario Padat Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran 2026
ASDP Ketapang menerapkan skenario padat dengan menambah armada kapal untuk menghadapi puncak Arus Balik Lebaran 2026 di lintasan Ketapang-Gilimanuk, memastikan kelancaran penyeberangan.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur, mengimplementasikan skenario padat pada puncak arus balik Lebaran 2026. Langkah ini diambil pada hari Sabtu, 28 Maret 2026, yang diprediksi sebagai hari tersibuk bagi pemudik. Penambahan armada kapal dilakukan untuk memastikan kelancaran penyeberangan.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menyatakan bahwa jumlah kapal yang beroperasi ditingkatkan dari 28 unit menjadi 30 unit. Peningkatan ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan dan penumpang yang kembali dari Jawa menuju Bali. Penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk menjadi fokus utama.
Meskipun arus balik mulai menunjukkan kepadatan, Yossianis menegaskan bahwa situasi di Pelabuhan Ketapang masih terkendali dengan baik dan lancar hingga Sabtu sore. Pemudik tidak perlu mengantre terlalu lama untuk masuk ke kapal feri. Petugas terus memantau kondisi lapangan secara intensif.
Strategi Operasional ASDP Ketapang Hadapi Arus Balik Lebaran
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengelola kepadatan pada puncak arus balik Lebaran 2026. Skenario padat ini menjadi respons langsung terhadap prediksi lonjakan jumlah pemudik yang akan menyeberang. Peningkatan jumlah kapal adalah langkah proaktif yang diambil.
Yossianis Marciano menjelaskan bahwa apabila eskalasi kepadatan terus meningkat, terutama pada malam hari, ASDP siap menerapkan pola "sangat padat". Dalam skenario ini, armada kapal akan ditambah signifikan hingga mencapai 40 unit yang beroperasi penuh. Kesiapan ini menunjukkan komitmen ASDP.
Pemantauan pergerakan arus balik dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses reservasi, check-in, hingga boarding ke kapal. Hal ini memastikan setiap tahapan perjalanan pemudik terpantau dengan baik. Tujuannya adalah meminimalkan antrean dan waktu tunggu.
Kondisi Terkini dan Prediksi Volume Kendaraan Arus Balik
Hingga Sabtu siang, jumlah kendaraan yang telah menyeberang dari Jawa ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang telah mencapai lebih dari 5.000 unit. Angka ini menunjukkan aktivitas arus balik Lebaran yang signifikan. Prediksi ini menjadi dasar penentuan skenario operasional.
Yossianis memprediksi bahwa total kendaraan yang akan menyeberang ke Pulau Bali melalui Pelabuhan Ketapang pada puncak arus balik Lebaran hari ini bisa mencapai 20.000 unit. Angka ini mencerminkan volume lalu lintas yang sangat tinggi. Kesiapan infrastruktur menjadi krusial.
Meskipun volume kendaraan tinggi, kondisi arus penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk masih terkelola dengan baik. Pemudik yang tiba di area parkir utama Pelabuhan Ketapang tidak mengalami antrean panjang. Situasi ini menunjukkan efektivitas manajemen lalu lintas.
Data Penumpang dan Kendaraan Selama Periode Lebaran 2026
Data kumulatif menunjukkan bahwa sejak H-10 sampai dengan H+5 Lebaran 2026, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang mencapai 1.140.238 orang. Angka ini mengalami penurunan sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, jumlah total kendaraan yang telah menyeberang dalam periode yang sama (H-10 hingga H+5 Lebaran) mencapai 326.264 unit. Angka ini justru menunjukkan peningkatan sebesar 1 persen dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan ini perlu diantisipasi.
Perbandingan data ini memberikan gambaran tentang dinamika pergerakan pemudik dan kendaraan selama periode Lebaran 2026. ASDP terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. Evaluasi terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan.
Sumber: AntaraNews