KSOP Situbondo Siapkan Kapal Cepat Hadapi Puncak Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Jangkar
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan Situbondo menghadirkan kapal cepat untuk mengurai kepadatan pemudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Jangkar, mengantisipasi lonjakan signifikan.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Situbondo, mengambil langkah proaktif dalam menghadapi potensi lonjakan pemudik Lebaran 2026. Otoritas pelabuhan ini akan menghadirkan satu armada kapal cepat untuk melayani penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar menuju beberapa kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura.
Kepala KSOP Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, menyatakan bahwa persiapan matang telah dilakukan untuk mengantisipasi arus mudik. Selain kapal cepat, penambahan trip pelayaran untuk tiga kapal feri reguler juga akan diberlakukan guna memastikan kelancaran perjalanan pemudik.
Langkah ini diambil mengingat prediksi puncak arus mudik yang akan terjadi pada H-6 Lebaran, sekitar tanggal 15 Maret 2026. Kepadatan diperkirakan meningkat signifikan karena penutupan sementara penyeberangan Gilimanuk (Bali)-Ketapang (Banyuwangi) pada 19-20 Maret 2026 untuk menghormati Hari Raya Nyepi.
Strategi KSOP Panarukan Hadapi Arus Mudik Lebaran
Dalam upaya mengurai kepadatan pemudik di Pelabuhan Jangkar, KSOP Kelas IV Panarukan telah menyiapkan berbagai pola kegiatan. Herland Aprilyanto menjelaskan bahwa tiga kapal feri yang selama ini melayani rute Situbondo-Madura, yaitu KMP Munggiyango Hulalo, KMP Wicitra Dharma I, dan KMP Dharma Kartika, akan menambah jadwal pelayaran.
Penambahan armada utama adalah satu unit kapal cepat berkapasitas 400 orang penumpang. Kehadiran kapal cepat ini diharapkan mampu secara efektif mengurangi antrean dan waktu tunggu pemudik.
Strategi ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik yang memilih jalur laut. Terutama mereka yang bekerja di Pulau Bali dan akan pulang kampung sebelum penyeberangan Gilimanuk-Ketapang ditutup sementara.
Antisipasi Puncak Arus Mudik dan Dukungan Armada Tambahan
Puncak arus mudik di Pelabuhan Jangkar diprediksi akan mulai padat pada H-6 Lebaran, yakni tanggal 15 Maret 2026. Kondisi ini diperkirakan akan semakin intensif menjelang Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026, ketika penyeberangan Gilimanuk-Ketapang akan ditutup.
Penutupan sementara jalur Gilimanuk-Ketapang pada 19-20 Maret 2026 mendorong banyak pemudik dari Bali untuk mencari jalur alternatif, salah satunya melalui Pelabuhan Jangkar. Hal ini menjadi fokus utama KSOP Panarukan dalam mempersiapkan kapasitas angkut yang memadai.
Selain penambahan trip kapal feri dan pengadaan kapal cepat, KSOP juga mempersiapkan kapal navigasi, yakni Kapal Negara Masalembo. Kapal ini saat ini siaga di Surabaya dan akan dioperasikan jika diperlukan untuk membantu mengurai kepadatan pemudik di Pelabuhan Jangkar.
Sumber: AntaraNews