Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Ambon Terpantau Normal, Tanpa Penumpukan
Aktivitas Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon terpantau normal sejak 13 Maret, tanpa penumpukan signifikan. Simak detail perjalanan kapal cepat dan jumlah penumpang yang tiba dan berangkat.
AMBON – Aktivitas penumpang mudik Lebaran 1447 Hijriah di Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon masih tergolong normal. Sejauh ini, tidak terlihat adanya penumpukan calon penumpang maupun barang yang signifikan di area pelabuhan. Kondisi ini memberikan kenyamanan bagi para pemudik yang hendak merayakan Idulfitri di kampung halaman.
Petugas gabungan Posko Lebaran Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon, Aipda Brury, menyatakan bahwa arus penumpang terlihat normal sejak 13 Maret 2026 hingga Kamis malam, 19 Maret 2026. Meskipun terjadi sedikit peningkatan jumlah orang yang hendak mudik, kondisi di pelabuhan tetap terkendali dan tidak sampai terjadi penumpukan. Situasi ini menunjukkan kesiapan pihak pelabuhan dalam mengantisipasi lonjakan pemudik.
Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon menjadi salah satu titik vital bagi pergerakan masyarakat Maluku, khususnya menjelang hari raya. Kelancaran arus mudik di pelabuhan ini sangat penting untuk memastikan perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh penumpang. Koordinasi antarpihak terkait terus dilakukan untuk menjaga kelancaran operasional.
Kelancaran Arus Penumpang Kapal Cepat di Ambon
Aktivitas pelayaran di Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon pada malam hari dilayani oleh dua kapal cepat KM. Cantika milik PT. Pelayaran Dharma Indah. Kapal-kapal ini melayani rute penting menuju Namlea, Kabupaten Buru, dan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, menghubungkan berbagai wilayah di Maluku. Keberadaan kapal cepat ini sangat membantu mobilitas masyarakat.
Meskipun data rekapitulasi jumlah penumpang yang berangkat pada malam 19 Maret 2026 belum tersedia, petugas terus memantau pergerakan. KM. Cantika Lestari 7A melayani tujuan Namlea, Ibu Kota Kabupaten Buru, sementara KM. Cantika Lestari 5E berlayar menuju Namrole, Buru Selatan. Kedua rute ini merupakan jalur padat selama periode mudik Lebaran.
Untuk jumlah penumpang yang tiba di Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon dari Namlea, Namrole, dan Buano, angkanya berkisar antara 200 hingga 500 orang per kedatangan. Data ini menunjukkan dinamika pergerakan penumpang yang cukup stabil. Pihak pelabuhan memastikan fasilitas yang memadai untuk menampung kedatangan dan keberangkatan penumpang.
Detail Pergerakan Penumpang Harian
Pergerakan penumpang di Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon menunjukkan pola yang konsisten selama periode mudik ini. Pada 13 Maret 2026, KM. Cantika Lestari 7A dari Pelabuhan Namlea menurunkan 326 orang penumpang di Ambon. Sementara itu, KM. Cantika Lestari 6E membawa 233 orang penumpang dari Pelabuhan Namrole pada tanggal yang sama, menunjukkan awal peningkatan aktivitas.
Pada 14 Maret 2026, KM. Cantika Lestari 8A mengangkut 389 orang penumpang dari Namlea menuju Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon. Sehari setelahnya, pada 15 Maret 2026, KM. Cantika Lestari 5E membawa 315 orang penumpang dari Namrole ke Kota Ambon. Angka-angka ini mencerminkan volume penumpang yang terus berdatangan.
Peningkatan jumlah penumpang juga terlihat pada 15 Maret 2026, ketika KM. Cantika Lestari 7A membawa 512 orang penumpang dari Pelabuhan Namlea menuju Kota Ambon. Selain itu, kapal cepat lainnya dari Buano mengangkut 540 orang penumpang tujuan Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon pada hari yang sama. Data ini menunjukkan puncak kedatangan penumpang di beberapa hari awal periode mudik.
Kondisi Lalu Lintas dan Antisipasi Penumpukan
Subsatgas Kamseltibcar lantas Operasi Ketupat 2026, yang dipimpin oleh Iptu Rommy Pradipta, melaporkan adanya peningkatan aktivitas di Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon sejak pagi hari. Peningkatan ini melibatkan bertambahnya jumlah calon penumpang dan pengunjung, serta kendaraan roda dua dan roda empat yang keluar masuk area pelabuhan. Meskipun demikian, situasi tetap terkendali.
Peningkatan aktivitas tersebut tidak menyebabkan penumpukan atau antrean panjang yang berpotensi menimbulkan kemacetan. Pengaturan lalu lintas dan koordinasi yang baik antara petugas gabungan berhasil menjaga kelancaran arus kendaraan. Hal ini merupakan hasil dari perencanaan matang dan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang efektif.
Petugas di lapangan terus bersiaga untuk mengantisipasi potensi lonjakan penumpang dan kendaraan. Upaya menjaga ketertiban dan kelancaran di Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon menjadi prioritas utama. Tujuannya adalah memastikan seluruh pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tanpa hambatan yang berarti.
Sumber: AntaraNews