KSOP Ambon Pastikan Kesiapan Angkutan Laut Lebaran 2026, 18 Kapal Lolos Uji Petik
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon telah melakukan uji petik terhadap 18 kapal untuk memastikan kesiapan Angkutan Laut Lebaran 2026, demi keselamatan penumpang.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon telah mengambil langkah proaktif dalam menyambut Idul Fitri 1447 H/Lebaran 2026. Mereka melakukan uji petik intensif terhadap sejumlah kapal yang beroperasi di wilayahnya. Langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh armada yang akan beroperasi memenuhi standar keselamatan serta kelayakan berlayar.
Pemeriksaan menyeluruh ini sangat penting demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan menggunakan transportasi laut. Proses uji petik ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan angkutan laut. Ini juga menjamin keselamatan penumpang selama periode puncak mudik.
Kepala Bidang Lalu Lintas Laut (Kabid Lala) KSOP Ambon, Iyan Ashari, menyatakan bahwa pemeriksaan ini adalah bagian dari komitmen mereka. Ini untuk menjamin pelayanan angkutan laut yang prima di wilayah Maluku. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan pelayaran.
Kesiapan Armada Laut Jelang Lebaran 2026
Dari total 21 kapal yang berbasis di Ambon, sebanyak 18 kapal telah menjalani uji petik. Ini menunjukkan sekitar 86 persen armada telah diperiksa secara menyeluruh oleh tim KSOP Ambon. Proses ini memastikan bahwa sebagian besar kapal yang akan melayani penumpang telah memenuhi kriteria operasional.
Uji petik mencakup berbagai aspek krusial untuk menjamin keselamatan pelayaran. Ini dimulai dari kelengkapan dokumen kapal, kondisi alat keselamatan seperti pelampung dan sekoci, hingga peralatan navigasi yang berfungsi optimal. Kesiapan awak kapal juga menjadi fokus utama pemeriksaan, termasuk sertifikasi dan kemampuan mereka dalam situasi darurat.
Pemeriksaan ketat ini vital untuk memastikan setiap kapal laik laut sebelum diizinkan beroperasi. Tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan sesuai standar bagi penumpang selama periode mudik Lebaran 2026. KSOP Ambon berkomitmen penuh untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan di laut.
Iyan Ashari menegaskan bahwa hasil uji petik ini menjadi acuan utama. Ini untuk menentukan kelayakan operasional kapal dalam melayani masyarakat. Kapal yang tidak memenuhi standar akan diminta untuk melakukan perbaikan sebelum diizinkan berlayar.
Tiga Pelabuhan Utama Siap Layani Arus Mudik
Selain pemeriksaan kapal, KSOP Ambon juga telah menyiapkan tiga pelabuhan utama untuk melayani arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pelabuhan ini berlokasi strategis di wilayah Ambon. Penyiapan ini mencakup fasilitas pendukung dan personel yang memadai.
Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Pelabuhan Slamet Riyadi, dan Pelabuhan Siwabessy akan menjadi titik sentral pelayanan penumpang. Ketiganya akan menghubungkan Ambon dengan berbagai daerah di Maluku dan wilayah Indonesia timur. Ini diharapkan dapat mengakomodasi lonjakan penumpang secara efektif.
KSOP Ambon terus berkoordinasi erat dengan operator kapal, instansi terkait, serta otoritas pelabuhan lainnya. Ini untuk memastikan seluruh layanan berjalan lancar dan terintegrasi selama periode angkutan Lebaran. Koordinasi ini mencakup pengaturan jadwal dan manajemen arus penumpang.
Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik menggunakan transportasi laut diimbau untuk memperhatikan jadwal keberangkatan. Penting juga untuk mematuhi semua aturan keselamatan yang berlaku selama berada di atas kapal. Ini termasuk tidak berdesakan dan mengikuti arahan petugas demi keamanan bersama.
Sumber: AntaraNews