KSOP Pastikan Empat Kapal Situbondo Lombok Siap Layani Angkutan Nataru 2026

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan memastikan empat kapal Situbondo Lombok dan Madura telah siap melayani angkutan Nataru 2026 demi kelancaran perjalanan penumpang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KSOP Pastikan Empat Kapal Situbondo Lombok Siap Layani Angkutan Nataru 2026
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan memastikan empat kapal Situbondo Lombok dan Madura telah siap melayani angkutan Nataru 2026 demi kelancaran perjalanan penumpang. (AntaraNews)

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, telah memastikan kesiapan empat kapal motor penyeberangan untuk melayani angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2026). Kesiapan ini mencakup rute vital dari Pelabuhan Jangkar menuju Madura dan juga rute jarak jauh ke Lombok. Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran serta keamanan perjalanan ribuan penumpang yang diperkirakan akan memadati pelabuhan selama musim liburan akhir tahun.

Kepala KSOP Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, secara langsung menyatakan bahwa seluruh kapal feri yang beroperasi di lintas Jangkar-Madura dan Jangkar-Lombok telah melewati pemeriksaan menyeluruh. Pemeriksaan tersebut dikenal sebagai ramp check, sebuah prosedur standar untuk memastikan kelayakan operasional dan keselamatan kapal. Herland menyampaikan pernyataan ini saat melakukan pengecekan di Posko Pelayanan Pelabuhan Jangkar, Situbondo, pada Sabtu.

Persiapan matang ini merupakan bagian dari upaya KSOP untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode Nataru 2026. Dengan memastikan setiap aspek keselamatan dan kelayakan kapal, diharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan tenang dan nyaman. Fokus utama adalah pada kondisi teknis kapal, kelengkapan dokumen, serta kesiapan awak kapal dalam menghadapi berbagai situasi di laut.

KSOP Kelas IV Panarukan telah melaksanakan pemeriksaan keselamatan pelayaran atau ramp check secara ketat terhadap seluruh armada kapal yang akan beroperasi selama Nataru 2026. Pemeriksaan ini merupakan langkah krusial untuk memastikan setiap kapal memenuhi standar keamanan yang ditetapkan. KMP Trimas Laila, yang melayani rute Jangkar-Lombok, menjadi salah satu kapal yang diperiksa saat bersandar di Pelabuhan Jangkar.

Tim marine inspector dari KSOP melakukan pengecekan komprehensif terhadap berbagai komponen penting kapal. Ini meliputi kelengkapan dokumen kapal, sertifikat keselamatan, serta fungsi peralatan navigasi yang vital. Selain itu, lampu-lampu isyarat, alat-alat pemadam kebakaran, dan kesiapan sekoci serta jaket pelampung turut menjadi fokus pemeriksaan.

Tidak hanya aspek kelengkapan, kondisi teknis mesin dan sistem kelistrikan kapal juga diperiksa secara mendetail. Petugas memastikan bahwa seluruh fungsi teknis berjalan optimal dan aman saat kapal berlayar, menghindari potensi gangguan di tengah perjalanan. Tiga kapal feri lintas Jangkar-Madura diperiksa oleh tim KSOP di Madura, sementara KMP Trimas Laila diperiksa langsung oleh tim KSOP Kelas IV Panarukan.

Empat kapal motor penyeberangan telah disiapkan secara khusus untuk melayani kebutuhan transportasi laut selama periode Nataru 2026 dari Pelabuhan Jangkar. Kapal-kapal ini akan menghubungkan Situbondo dengan beberapa kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, serta rute penting menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kesiapan armada ini menjadi tulang punggung kelancaran distribusi penumpang dan logistik.

Untuk lintasan Jangkar-Madura, tiga kapal yang siap beroperasi adalah KMP Dharma Kartika, KMP Wicitra Dharma I, dan KMP Munggiyango Hulalo. Ketiga kapal ini secara rutin melayani penyeberangan ke berbagai destinasi di Madura, memastikan konektivitas antar pulau. Kehadiran mereka sangat penting untuk mobilitas masyarakat yang ingin merayakan Natal dan Tahun Baru di kampung halaman.

Sementara itu, rute Jangkar (Situbondo) menuju Lombok (NTB) akan dilayani oleh kapal penyeberangan Ro-Ro, yakni KMP Trimas Laila. Kapal ini memiliki kapasitas untuk mengangkut kendaraan dan penumpang, menjadikannya pilihan utama bagi mereka yang ingin menyeberang ke Pulau Lombok. Kesiapan KMP Trimas Laila sangat vital mengingat panjangnya rute dan potensi tingginya permintaan selama Nataru 2026.

Dalam rangka mengantisipasi lonjakan penumpang yang signifikan selama libur Natal dan Tahun Baru, KSOP Kelas IV Panarukan telah mengambil langkah proaktif. Salah satu upaya adalah penambahan personel di Pelabuhan Jangkar untuk memperlancar proses pelayanan dan pengawasan. Penambahan ini diharapkan dapat mengurai antrean dan memastikan setiap penumpang mendapatkan layanan yang cepat dan efisien.

Herland Aprilyanto menjelaskan bahwa tugas dan fungsi KSOP meliputi pengawasan ketat terhadap operasional kapal, termasuk pengaturan muatan. Pengawasan ini penting untuk mencegah kelebihan muatan yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran. Setiap kapal dipastikan mematuhi batas kapasitas yang telah ditetapkan, baik untuk penumpang maupun barang.

Peningkatan layanan ini bukan hanya tentang jumlah personel, tetapi juga tentang koordinasi antarpihak terkait. KSOP bekerja sama dengan instansi lain untuk menciptakan lingkungan pelabuhan yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua pengguna jasa. Dengan demikian, pengalaman perjalanan selama Nataru 2026 diharapkan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi