ASDP Ketapang Terapkan Skenario Sangat Padat Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 H+7
ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang siapkan 32 kapal dengan skema TBB untuk atasi kepadatan puncak Arus Balik Lebaran 2026 H+7 di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, menerapkan skenario sangat padat untuk menghadapi puncak Arus Balik Lebaran 2026. Skema ini diberlakukan pada H+7 Lebaran, Minggu (29/3/2026), di lintasan penyeberangan Ketapang menuju Gilimanuk, Bali.
General Manajer PT Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa total 32 unit kapal feri dioperasikan. Dari jumlah tersebut, 18 armada kapal menerapkan skema tiba bongkar berangkat (TBB) guna mengurai kepadatan kendaraan.
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan kelancaran pergerakan kendaraan roda empat, sepeda motor, dan truk logistik. Tujuannya adalah mencegah penumpukan di Pelabuhan Ketapang selama periode puncak Arus Balik Lebaran 2026 ini.
Strategi ASDP Ketapang Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Penerapan pola TBB dilakukan di beberapa dermaga utama untuk memaksimalkan efisiensi. Empat unit kapal beroperasi dengan pola TBB di Dermaga MB-IV, sebelas unit di LCM, dan tiga unit di Dermaga Bulusan.
Arief Eko menyatakan bahwa arus penyeberangan pada puncak Arus Balik Lebaran 2026 ini masih terkendali. Hal ini berkat kesiapan armada kapal dan optimalisasi operasional di sisi pelabuhan.
PT ASDP Ketapang terus menjalin koordinasi erat dengan regulator terkait, termasuk KSOP dan BPTD, serta pihak kepolisian. Kolaborasi ini bertujuan untuk menjamin kelancaran arus balik penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
Dominasi Pemudik Sepeda Motor dan Penyesuaian Layanan di Arus Balik
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa Arus Balik Lebaran 2026 pada H+7 didominasi oleh pemudik sepeda motor. Setelah itu, disusul oleh kendaraan roda empat atau mobil pribadi yang juga banyak menyeberang.
Akibat lonjakan jumlah pemudik sepeda motor yang signifikan, ASDP Ketapang harus melakukan penyesuaian. Pintu tiket kendaraan roda empat terpaksa digunakan untuk mengakomodasi antrean sepeda motor yang membludak di tolgate khusus mereka.
Situasi ini menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk kembali ke Bali pasca-Lebaran. Pengelola pelabuhan berupaya keras memastikan semua pemudik dapat terlayani dengan baik.
Data Realisasi Penyeberangan H+6 Arus Balik Lebaran 2026
Menurut data Posko Angkutan Lebaran Ketapang, selama 24 jam periode H+6 Lebaran (28 Maret 2026 pukul 00.00 hingga 23.59 WIB), tercatat 208 trip kapal telah beroperasi di Pelabuhan Ketapang.
Realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H+6 mencapai 49.523 orang. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 12,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 56.539 orang.
Untuk kendaraan roda dua, sebanyak 8.925 unit telah menyeberang pada H+6 Arus Balik Lebaran 2026, turun 15 persen dari 10.498 unit tahun lalu. Sementara itu, kendaraan roda empat mencapai 5.513 unit, turun 13 persen dari 6.335 unit pada periode yang sama.
Sebaliknya, jumlah truk yang menyeberang justru mengalami peningkatan. Tercatat 998 unit truk telah menyeberang, naik 10,2 persen dibandingkan 906 unit tahun sebelumnya. Bus yang menyeberang mencapai 345 unit, turun 11,1 persen dari 388 unit.
Secara keseluruhan, total seluruh kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H+6 adalah 15.781 unit. Angka ini menunjukkan penurunan 12,9 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu yang mencapai 18.127 unit.
Sumber: AntaraNews