PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, telah menyiapkan beberapa kapal feri khusus. Langkah ini diambil untuk mengakomodasi lonjakan signifikan pemudik sepeda motor pada arus balik H+7 Lebaran 2026.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menyatakan bahwa pihaknya memaksimalkan operasi kapal feri secara penuh. Tujuannya adalah untuk memuat pemudik sepeda motor yang menyeberang dari Ketapang menuju Gilimanuk.
Prioritas utama penyeberangan diberikan kepada pemudik sepeda motor, diikuti bus penumpang, dan mobil pribadi. Strategi ini diterapkan untuk mengurai antrean di area parkir, jalur dermaga pelabuhan, serta jalan arteri depan pintu masuk pelabuhan.
Advertisement
Advertisement
Data dari Posko Angkutan Lebaran 2026 Pelabuhan Ketapang pada Minggu menunjukkan lonjakan pemudik sepeda motor yang sangat tinggi. Dalam kurun waktu 12 jam (pukul 00.00-12.00 WIB), tercatat 3.438 unit sepeda motor telah menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk.
Selain itu, 2.204 unit mobil pribadi, 667 unit truk, dan 272 unit bus juga telah menyeberang, dengan total 22.804 penumpang. Yossianis Marciano menegaskan bahwa pemudik sepeda motor menjadi prioritas utama pada arus balik Lebaran ini, diikuti oleh bus penumpang sebagai prioritas kedua, dan kendaraan roda empat sebagai prioritas ketiga.
Penetapan prioritas ini merupakan strategi ASDP untuk memastikan kelancaran arus kendaraan. Hal ini juga bertujuan untuk mencegah penumpukan di Pelabuhan Ketapang yang dapat menghambat perjalanan pemudik.
Advertisement
Advertisement
ASDP terus berupaya mengurai antrean kendaraan dengan mengutamakan kendaraan penumpang, termasuk sepeda motor dan bus. Tujuannya agar mereka dapat segera tiba di pelabuhan dan menyeberang ke Pulau Bali tanpa hambatan berarti.
Mengenai antrean truk logistik, Yossi menjelaskan bahwa antrean yang terjadi sejak Minggu pagi telah terurai kembali. Antrean tersebut merupakan bagian dari proses delaying system kendaraan truk di buffer zone yang telah disiapkan.
Sistem penundaan ini khusus diterapkan untuk truk, sementara kendaraan penumpang justru dipercepat proses pemuatan dan masuk pelabuhannya. Meskipun sempat mencapai 4 kilometer, antrean truk pada sore hari telah terurai menjadi sekitar 2 kilometer.
Advertisement
Yossi meminta kesabaran kepada sopir truk karena ASDP telah menyediakan buffer zone untuk singgah sementara. Hal ini dilakukan agar pemudik sepeda motor dan mobil pribadi dapat terlayani lebih dulu sebelum pemuatan kendaraan truk dilakukan secara simultan.
Advertisement
ASDP menerapkan skenario sangat padat dengan mengoperasikan 32 unit kapal di lintasan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) pada puncak arus balik H+7 Lebaran 2026.
Dari jumlah tersebut, 18 armada kapal di antaranya menerapkan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB) untuk mengurai kepadatan. Skema ini berlaku bagi kendaraan roda empat, sepeda motor, termasuk kendaraan truk logistik.
Dermaga yang beroperasi dengan pola TBB meliputi Dermaga MB-IV dengan empat unit kapal, LCM dengan 11 unit, serta Dermaga Bulusan dengan tiga unit kapal feri.
Advertisement
Pantauan hingga Minggu sore menunjukkan bahwa pemudik mobil pribadi, bus penumpang, dan ribuan pemudik sepeda motor terus berdatangan di Pelabuhan Ketapang. Mereka bertujuan untuk menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menandakan puncak arus balik yang masih berlangsung.
Sumber: AntaraNews