ASDP Siap Layani Pemudik Jawa Sumatera, Pergerakan Arus Mudik Dimulai Sejak H-8 Lebaran 2026
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah memulai layanan untuk pemudik Jawa Sumatera sejak H-8 Lebaran 2026, memastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan dengan berbagai persiapan matang.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah mengumumkan dimulainya pergerakan pemudik dari Jawa menuju Sumatera melalui lintasan Merak-Bakauheni. Arus mudik ini terpantau sejak H-8 Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, tepatnya pada Jumat, 13 Maret 2026. Mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia mulai menunjukkan peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipatif sejak dini. Persiapan ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran. Kesiapan operasional dan optimalisasi fasilitas pelabuhan menjadi fokus utama ASDP.
Lintasan Merak-Bakauheni memegang peran vital sebagai penghubung utama antar pulau, sehingga kelancaran layanan penyeberangan sangat krusial. ASDP berkomitmen memastikan perjalanan pemudik berlangsung aman, nyaman, dan tertib. Langkah-langkah strategis telah diterapkan guna mendukung kelancaran arus mudik.
Kesiapan Operasional ASDP Hadapi Arus Mudik Lebaran
ASDP telah meningkatkan kesiapan operasionalnya untuk melayani pemudik Jawa Sumatera selama periode Angkutan Lebaran 2026. Jumlah armada kapal yang beroperasi disesuaikan dengan tingkat kepadatan arus, berkisar antara 28 hingga 33 kapal per 24 jam. Hal ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan transportasi yang memadai bagi seluruh pengguna jasa.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan pola operasional Tiba, Bongkar, dan Berangkat (TBB) guna mempercepat proses pelayanan di pelabuhan. Pola ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pergerakan kapal. Tujuannya adalah mengakomodasi tingginya mobilitas penumpang maupun kendaraan secara optimal.
"Kami terus melakukan berbagai persiapan mulai dari penguatan operasional hingga optimalisasi fasilitas pelabuhan guna memastikan perjalanan masyarakat dapat berlangsung tertib dan lancar," ujar Direktur Utama ASDP Heru Widodo. Kesiapan ini menjadi prioritas utama demi kenyamanan dan keamanan pemudik.
Peningkatan Fasilitas dan Layanan Penunjang Pemudik
Kesiapan ASDP juga diperkuat melalui peningkatan berbagai fasilitas pelayanan di pelabuhan Merak dan Bakauheni. Peningkatan ini termasuk layanan customer service 24 jam yang siap membantu pemudik kapan saja. Penambahan garbarata Express II di lintasan Merak–Bakauheni juga dilakukan untuk mempercepat proses naik turun penumpang.
Fasilitas penunjang lainnya meliputi penambahan toilet portable serta penguatan penerangan dan sistem kelistrikan di area pelabuhan. ASDP juga menghadirkan shuttle bus listrik di kawasan pelabuhan Merak dan Bakauheni. Bus ini bertujuan mempermudah mobilitas pengguna jasa, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan, perusahaan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Koordinasi ini bertujuan memperkuat konektivitas transportasi menuju pelabuhan. Langkah ini penting untuk memastikan seluruh aspek perjalanan terintegrasi dengan baik.
Data Pergerakan Pemudik dan Angkutan Penghubung
Windy Andale menyebutkan, selama periode 13-16 Maret, ASDP menyediakan 20 unit angkutan umum secara gratis. Angkutan ini melayani beberapa rute penghubung, seperti Stasiun Cilegon-Stasiun Kerenceng dan Stasiun Merak-Stasiun Cilegon. Distribusi armada tersebut disesuaikan dengan pergerakan penumpang yang datang secara bertahap dari perjalanan kereta api.
"Terutama, pada jam-jam kedatangan kereta dengan volume penumpang yang lebih tinggi," jelas Windy. ASDP bersama mitra transportasi dan pemangku kepentingan di lapangan juga terus berkoordinasi. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan kendaraan penghubung dapat dioptimalkan.
Berdasarkan data Posko Merak, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada H-10 hingga H-8 tercatat 126.276 orang. Angka ini menunjukkan penurunan 18,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, total kendaraan tercatat 31.390 unit, turun 13 persen dari realisasi tahun lalu.
Sebaliknya, dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu pada periode yang sama tercatat 97.385 penumpang. Angka tersebut turun 9,4 persen dibandingkan tahun lalu. Total kendaraan yang menyeberang tercatat 23.018 unit, mengalami penurunan 3,1 persen dari realisasi tahun lalu.
Sumber: AntaraNews