ASDP Bakauheni Siapkan 57 Kapal Layani Puncak Mudik Lebaran 2026
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni telah menyiapkan 57 kapal untuk mengantisipasi lonjakan pemudik pada Mudik Lebaran 2026, memastikan kelancaran penyeberangan dan keamanan. Siapkah Anda?
PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, telah mengambil langkah antisipatif. Mereka menyiapkan sebanyak 57 kapal untuk melayani arus mudik dan balik Lebaran tahun 2026.
Kesiapan armada ini ditegaskan oleh General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni, Partogi Tamba. Ini dilakukan untuk menjamin mobilisasi penumpang selama periode angkutan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat. Terutama saat puncak arus mudik dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa melalui jalur laut.
Kesiapan Armada dan Proyeksi Layanan Penyeberangan
Untuk Angkutan Lebaran 2026, sebanyak 57 unit kapal siap beroperasi penuh. Armada ini akan melayani penyeberangan di lintasan utama Bakauheni–Merak yang strategis dan vital.
Dengan jumlah armada tersebut, ASDP memproyeksikan akan ada 2.949 trip kapal selama periode layanan. Proyeksi ini menunjukkan komitmen ASDP dalam melayani kebutuhan transportasi masyarakat secara optimal.
Meskipun jumlah kapal mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 75 kapal, ASDP menjamin kesiapan penuh. Mereka memastikan armada siap menghadapi puncak arus mudik dari Sumatera ke Jawa dengan kapasitas yang memadai.
General Manajer ASDP Bakauheni, Partogi Tamba, menegaskan bahwa ASDP berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan. Hal ini termasuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran perjalanan bagi setiap pemudik.
Peningkatan Fasilitas dan Prioritas Keselamatan Pemudik
Dalam mendukung operasional Angkutan Lebaran 2026, ASDP juga menyiapkan 786 personel operasional yang terlatih. Mereka akan bertugas di berbagai titik untuk memastikan kelancaran seluruh proses penyeberangan, mulai dari pembelian tiket hingga keberangkatan.
Berbagai fasilitas layanan juga diperkuat demi kenyamanan dan keamanan pemudik selama berada di pelabuhan. Ini meliputi buffer zone untuk mengurai antrean, sistem delaying yang efisien, serta pemasangan CCTV di area-area krusial.
Selain itu, layanan kesehatan 24 jam juga disiagakan secara penuh untuk mengantisipasi kondisi darurat atau kebutuhan medis pemudik. Optimalisasi waktu sandar kapal (port time) juga terus dilakukan guna memastikan operasional berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
"Keselamatan pengguna jasa adalah prioritas utama kami," ujar Partogi Tamba, menekankan pentingnya aspek keamanan. ASDP bekerja sama erat dengan semua pemangku kepentingan terkait untuk memastikan layanan penyeberangan tetap optimal dan aman bagi semua.
Sumber: AntaraNews