Dirut ASDP Pastikan Korban Kebakaran KMP Aceh Hebat Dapat Pendampingan Maksimal
Insiden kebakaran KMP Aceh Hebat di Pelabuhan Ulee Lheue mengejutkan banyak pihak. Dirut ASDP Heru Widodo memastikan seluruh korban terdampak akan mendapatkan pendampingan dan penanganan medis terbaik.
Kapal feri KMP Aceh Hebat 2 mengalami insiden kebakaran pada Jumat (13/6) saat bersandar di Dermaga Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, segera menyampaikan duka cita atas kejadian tersebut.
Heru Widodo memastikan seluruh korban yang terdampak insiden kebakaran KMP Aceh Hebat ini akan mendapatkan pendampingan penuh serta penanganan medis terbaik. Fokus utama perusahaan saat ini adalah keselamatan dan pemulihan para korban. Berdasarkan laporan awal, insiden diduga bermula dari letupan pada sistem hidrolik pintu kedap otomatis di ruang mesin kapal.
Awak kapal KMP Aceh Hebat segera bertindak cepat menjalankan prosedur keadaan darurat untuk memadamkan api. Mereka juga melakukan evakuasi terhadap para korban yang mengalami luka-luka. Respons sigap ini berhasil mengendalikan api dalam waktu singkat, sekitar 3-4 menit, sehingga tidak meluas.
Penanganan Korban dan Komitmen ASDP
Heru Widodo menegaskan ASDP akan terus mendampingi para korban selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung. Perusahaan berkomitmen memastikan korban dan keluarga tidak menghadapi situasi sulit ini sendirian. Sebanyak 15 orang mengalami luka bakar telah dievakuasi ke rumah sakit untuk perawatan intensif.
ASDP terus berkoordinasi erat dengan berbagai pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi korban. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan penanganan medis dapat terpenuhi dengan baik. Pihak manajemen juga mendoakan agar seluruh korban diberikan kekuatan dan dapat segera pulih.
General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, menyatakan jajarannya berfokus mendukung penanganan korban. Mereka juga memastikan koordinasi dengan berbagai pihak berjalan optimal. Sejak kejadian berlangsung, ASDP Banda Aceh bergerak cepat berkoordinasi dengan rumah sakit, KSOP, kepolisian, dan instansi terkait lainnya.
Kronologi Awal dan Respons Cepat Awak Kapal
Insiden kebakaran KMP Aceh Hebat 2 terjadi saat kapal sedang sandar di Dermaga Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Laporan awal mengindikasikan letupan pada sistem hidrolik pintu kedap otomatis di ruang mesin sebagai pemicu. Kejadian ini terjadi secara tiba-tiba, memerlukan respons cepat dari kru kapal.
Awak kapal menunjukkan profesionalisme tinggi dengan segera mengaktifkan prosedur darurat. Mereka berupaya memadamkan api dan mengevakuasi korban dengan sigap. Kecepatan tindakan ini sangat krusial dalam mencegah eskalasi insiden kebakaran KMP Aceh Hebat.
Berkat kesigapan awak kapal, api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar tiga hingga empat menit. Hal ini mencegah api menyebar ke area lain di kapal, meminimalkan dampak kerusakan. ASDP mengapresiasi awak kapal, petugas pelabuhan, dan tenaga medis yang membantu penanganan darurat.
Investigasi dan Peningkatan Keselamatan Operasional
ASDP saat ini terus berkoordinasi dengan pihak berwenang dalam proses investigasi penyebab pasti insiden kebakaran KMP Aceh Hebat. Perusahaan berkomitmen mendukung penuh investigasi yang berlangsung. Tujuan investigasi adalah untuk mengetahui akar masalah dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Selain investigasi, ASDP juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan operasional. Evaluasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat aspek keselamatan. Keselamatan pengguna jasa serta seluruh insan yang bekerja di lingkungan operasional ASDP akan selalu menjadi prioritas utama perusahaan.
Heru Widodo menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan aspek keselamatan. Ini adalah bagian dari tanggung jawab ASDP dalam memberikan layanan penyeberangan yang andal dan aman. Andri Setiawan juga menegaskan komitmen serupa di tingkat cabang, mendukung penuh proses investigasi dan evaluasi.
Sumber: AntaraNews