ASDP Ketapang Optimalkan 30 Kapal Feri untuk Urai Antrean Kendaraan di Pelabuhan
ASDP Ketapang mengerahkan hingga 30 kapal feri demi mengatasi antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Simak strategi lengkap penanganan kepadatan lalu lintas di sini.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, mengoperasikan sebanyak 28 hingga 30 armada kapal feri setiap hari. Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan kepadatan dan mengurai antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang.
General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, menyatakan bahwa seluruh sumber daya operasional di lapangan telah dioptimalkan. Ini dilakukan guna mempercepat penguraian antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang.
Sebagai bagian dari strategi percepatan layanan, ASDP memanfaatkan dukungan kapal pada Dermaga Bulusan, Dermaga LCM, dan Dermaga Ponton. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas angkut pelabuhan secara signifikan.
Strategi ASDP Mengurai Kepadatan Antrean Kendaraan
Pengaturan dermaga di Pelabuhan Ketapang disesuaikan berdasarkan karakteristik kendaraan yang akan menyeberang. Kendaraan pribadi diprioritaskan untuk melalui Dermaga MB I, MB II, MB III, dan Dermaga Ponton.
Sementara itu, kendaraan logistik besar atau angkutan barang dilayani melalui Dermaga MB IV dan Dermaga LCM. Penyesuaian ini bertujuan untuk meminimalkan benturan dan mempercepat proses bongkar muat kapal.
Selain itu, ASDP juga menerapkan pola tiba-bongkar-berangkat (TBB) guna mempercepat siklus pelayaran. Pola ini merupakan upaya efektif untuk menjaga kelancaran operasional di pelabuhan.
Bersama seluruh pemangku kepentingan, ASDP juga melakukan pengaturan lalu lintas, pengelompokan kendaraan, dan pemanfaatan kantong parkir Dermaga Bulusan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurai antrean secara bertahap.
Optimalisasi Kantong Parkir dan Pengalihan Arus Lalu Lintas
Di sisi darat, ASDP berkolaborasi dengan Satlantas Polresta Banyuwangi untuk mengaktifkan kantong parkir Bulusan. Area ini berfungsi sebagai buffer zone yang mampu menampung sekitar 400 kendaraan logistik.
Truk golongan VI ke atas diarahkan memasuki area tersebut sebagai bagian dari delaying system. Kendaraan akan ditahan di sana hingga dermaga siap menerima muatan baru.
Kendaraan kecil dan kendaraan pribadi dari arah selatan Banyuwangi dialihkan melalui jalan lingkar Pelabuhan Ketapang. Pengalihan ini bertujuan mengurangi kepadatan pada ruas arteri menuju pelabuhan.
Langkah pengalihan rute ini diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan menuju pelabuhan. Hal ini juga membantu menghindari penumpukan kendaraan di jalur utama.
Antisipasi Cuaca dan Koordinasi Berkelanjutan
ASDP juga terus menjalin koordinasi dengan BMKG dan otoritas terkait lainnya. Koordinasi ini penting untuk memantau perkembangan cuaca secara real-time.
Penyesuaian pola operasi akan dilakukan apabila kondisi cuaca memerlukan. Keselamatan dan kelancaran pelayaran menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional.
Seluruh upaya ini menunjukkan komitmen ASDP dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa. Mereka berupaya memastikan perjalanan yang aman dan nyaman.
Langkah antisipatif ini memastikan operasional tetap aman dan efisien. Terutama dalam menghadapi potensi kondisi cuaca yang tidak menentu di perairan.
Sumber: AntaraNews