Bandara Soetta Layani 1,18 Juta Penumpang Angkutan Nataru, Puncak Arus Tahun Baru Diprediksi 28 Desember

Bandara Soetta layani 1,18 juta penumpang angkutan Nataru pada 15-21 Desember 2025, menandai lonjakan signifikan jelang libur akhir tahun. Ketahui detail peningkatan dan prediksi puncak arus balik di sini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bandara Soetta Layani 1,18 Juta Penumpang Angkutan Nataru, Puncak Arus Tahun Baru Diprediksi 28 Desember
Bandara Soetta layani 1,18 juta penumpang angkutan Nataru pada 15-21 Desember 2025, menandai lonjakan signifikan jelang libur akhir tahun. Ketahui detail peningkatan dan prediksi puncak arus balik di sini. (AntaraNews)

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mencatat lonjakan signifikan pergerakan penumpang. Sebanyak 1.182.490 orang telah dilayani selama periode 15 hingga 21 Desember 2025.

Selain itu, total pergerakan pesawat mencapai 7.811 movement dalam rentang waktu tersebut. Peningkatan ini terjadi di Bandara Soetta, Tangerang, Banten, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.

General Manager Kantor Cabang Utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menyatakan bahwa angka ini menunjukkan tingginya aktivitas penerbangan. Hal ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat pada awal periode libur akhir tahun.

Data terbaru dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Pada periode 15 hingga 21 Desember 2025, Bandara Soetta berhasil melayani lebih dari satu juta penumpang. Angka ini mencerminkan antusiasme masyarakat untuk melakukan perjalanan selama musim liburan.

Heru Karyadi menjelaskan bahwa pada akhir pekan libur Natal, khususnya Sabtu-Minggu, tercatat 1.158 pergerakan pesawat. Jumlah penumpang pada hari-hari tersebut mencapai 174.684 orang, menunjukkan kepadatan lalu lintas udara.

Pemantauan operasional hingga Senin (22/12) juga mengindikasikan bahwa pergerakan penumpang dan penerbangan masih terus menunjukkan tren peningkatan. Ini mengukuhkan posisi Bandara Soetta sebagai gerbang utama mobilitas udara di Indonesia. Peningkatan ini diprediksi akan terus berlanjut hingga puncak arus libur.

Puncak arus libur Tahun Baru 2026 di Bandara Soetta diprediksi akan terjadi pada 28 Desember 2025. Pada tanggal tersebut, diperkirakan akan ada 1.141 pergerakan pesawat dengan proyeksi 181.888 penumpang. Angka ini menunjukkan persiapan yang matang dari pihak bandara untuk menghadapi lonjakan tersebut.

Sementara itu, puncak arus balik Nataru diperkirakan akan berlangsung pada 4 Januari 2026. Selama periode Nataru ini, beberapa destinasi menjadi favorit para penumpang. Destinasi-destinasi tersebut menunjukkan preferensi perjalanan masyarakat Indonesia baik untuk liburan maupun keperluan lainnya.

Adapun destinasi dengan pergerakan penumpang tertinggi selama periode Nataru adalah sebagai berikut:

  • Domestik: Denpasar (DPS), Surabaya (SUB), Makassar (UPG), Kualanamu (KNO), dan Palembang (PLM).
  • Internasional: Singapura (SIN), Kuala Lumpur (KUL), Jeddah (JED), Don Mueang (DMK), dan Penang (PEN).

PT Angkasa Pura Indonesia terus memastikan kelancaran layanan kebandarudaraan selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Heru Karyadi menegaskan adanya koordinasi operasional yang kuat, kesiapan fasilitas, dan optimalisasi pelayanan di seluruh terminal. Seluruh unsur operasional bandara disiagakan penuh untuk memastikan kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa.

Kesiapan operasional ini juga diiringi dengan penguatan koordinasi lintas instansi serta respons adaptif terhadap berbagai faktor eksternal, termasuk dinamika cuaca. Pihak bandara juga telah mengoperasikan posko pelayanan Nataru di setiap terminal. Posko ini bertujuan untuk memberikan informasi, bantuan, dan respons cepat kepada penumpang.

Manajemen Bandara Soetta mengimbau pengguna jasa untuk selalu memperhatikan informasi penerbangan dari maskapai. Penumpang juga disarankan mengantisipasi potensi perubahan jadwal akibat cuaca ekstrem serta menyiapkan waktu perjalanan yang lebih fleksibel demi kenyamanan dan keamanan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi