Ini Jurus Menkeu Purbaya Jaga Pertumbuhan Ekonomi Usai Kuartal I 2026
Setelah ekonomi Indonesia tumbuh 5,6 persen pada kuartal I 2026, pemerintah kini menyiapkan berbagai stimulus tambahan untuk pertumbuhan ekonomi.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudi Sadewa membeberkan sejumlah strategi menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap kuat pada kuartal II 2026 dan periode selanjutnya.
Setelah ekonomi Indonesia tumbuh 5,6 persen pada kuartal I 2026, pemerintah kini menyiapkan berbagai stimulus tambahan untuk mendorong konsumsi dan investasi.
Ia meyakini sejumlah program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto baru mulai berjalan dan diperkirakan akan memberi dampak lebih besar dalam beberapa bulan ke depan.
“Yang pertama doalah. Jadi begini, program-program ini baru berjalan sebagian yang sudah mulai memberikan dampak. Kayak Koperasi Merah Putih itu baru mulai jalan. Nanti kalau berjalan makin kencang dampaknya akan makin signifikan lagi,” kata Purbaya saat wawancara bersama Pemimpin Redaksi Emtek Media, Retno Pinasti di Program Bicara Bersama Retno Pinasti dikutip dari YouTube Liputan6, Minggu (10/5/2026)
Menurut dia, pihaknya juga akan terus menjaga stabilitas sektor keuangan agar dunia usaha tetap memiliki akses pembiayaan yang cukup untuk berekspansi.
“Kita akan jagain terus kondisi sektor finansial kita sehingga bisa memberikan sumber pembiayaan bagi perusahaan-perusahaan swasta,” ujarnya.
Swasta Pegang Peran Penting
Sektor swasta, kata Purbaya, memegang peran utama dalam perekonomian nasional. Kontribusi mereka mencapai 90 persen terhadap aktivitas ekonomi.
“Kontribusi private sector ke ekonomi itu 90 persen. Itu yang paling penting yang orang lupa,” kata dia.
Selain itu, pemerintah disebut terus memperbaiki iklim investasi nasional melalui pembentukan Tim The Bottlenecking yang diperintahkan langsung oleh Presiden Prabowo.
Tim tersebut bertugas mengatasi berbagai hambatan investasi dan mempercepat realisasi proyek.
Gejolak Timur Tengah akan Berakhir
Sementara itu di sisi global, Purbaya memperkirakan kondisi ekonomi dunia akan berangsur membaik. Tekanan geopolitik dan gejolak harga minyak dunia, kata dia, tidak akan berlangsung lama.
“Amerika juga enggak tahan perang lama-lama. Jadi harga minyak pelan-pelan akan terkendali. Demand juga akan lebih baik,” ujar dia.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah akan meluncurkan stimulus ekonomi tambahan mulai Juni 2026. Salah satu kebijakan yang disiapkan yakni pemberian subsidi pembelian kendaraan listrik.
“Tadi kita akan kasih subsidi untuk pembelian mobil listrik dan motor listrik. Mungkin tahap pertama 100 ribu mobil dan 100 ribu motor,” kata Purbaya.
Dia menambahkan, kuota subsidi akan ditambah apabila permintaan masyarakat tinggi.
“Nanti kalau sudah habis kita tambah lagi,” ujarnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan stimulus lain untuk mendorong konsumsi masyarakat, termasuk pada sektor transportasi saat liburan.
“Nanti juga ada gaji ke-13 yang akan dikeluarkan lebih cepat. Transportasi, liburan mungkin kita akan pikirkan kasih stimulus tambahan di sana,” ungkap dia.