HKA Targetkan Pendapatan Rp1,7 Triliun di 2026, Perkuat Layanan Operasi Tol
PT Hakaaston (HKA) optimis mencapai target pendapatan Rp1,7 triliun pada 2026 melalui strategi penguatan layanan operasi dan pemeliharaan aset tol yang inovatif.
PT Hakaaston (HKA) mengumumkan komitmen kuat untuk meningkatkan strategi penguatan layanan operasi dan pemeliharaan aset tol. Langkah ini diambil guna mencapai target pendapatan ambisius sebesar Rp1,7 triliun pada tahun 2026 mendatang.
Pelaksana Tugas Direktur Utama HKA, Rozi Rinjayadi, menyatakan bahwa perusahaan bertekad mewujudkan Visi Indonesia’s Most Valuable Infrastructure Asset Management (IMVIAM). Penguatan bisnis manajemen aset jalan tol menjadi fokus utama hingga tahun 2026.
Target pendapatan usaha ini menunjukkan pertumbuhan signifikan 14,2 persen dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai Rp1,490 triliun. Selain itu, HKA juga membidik laba bersih sebesar Rp85 miliar.
Target Ambisius dan Tantangan Industri
HKA menetapkan target pendapatan Rp1,701 triliun untuk tahun 2026, sebuah peningkatan substansial dari Rp1,490 triliun pada tahun sebelumnya. Target ini didorong oleh visi untuk menjadi entitas manajemen aset infrastruktur paling bernilai di Indonesia.
Rozi Rinjayadi menjelaskan bahwa penetapan target ini bertujuan untuk menjawab tantangan krusial dalam industri jalan tol. Tantangan tersebut meliputi kebutuhan menjaga kualitas layanan di tengah peningkatan pemeliharaan aset dan tuntutan efisiensi dari pemilik konsesi jalan tol.
Peningkatan pendapatan tidak hanya dipandang sebagai pencapaian finansial semata bagi HKA. Namun, juga sebagai indikator relevansi layanan perusahaan terhadap kebutuhan pengelolaan jalan tol saat ini yang terus berkembang.
Strategi Penguatan Operasional dan Digitalisasi
Dari sisi operasional, HKA memfokuskan perhatian pada peningkatan kualitas pelaksanaan pekerjaan operasi dan pemeliharaan. Ini berlaku di seluruh ruas jalan tol yang berada di bawah pengelolaannya.
Pada tahun 2026, perusahaan akan memperkuat perencanaan pemeliharaan, koordinasi lapangan, serta pengendalian mutu pekerjaan. Tujuannya adalah agar penanganan jalan tol dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sesuai standar.
Untuk mendukung penguatan ini, HKA memanfaatkan sistem digital terintegrasi yang canggih. Sistem ini digunakan dalam perencanaan pekerjaan, pemantauan kegiatan di lapangan, dan pelaporan kinerja aset kepada pemilik konsesi jalan tol.
Pemanfaatan sistem digital tersebut sangat membantu dalam koordinasi antar tim. Selain itu, sistem ini juga mendukung pengambilan keputusan teknis yang cepat dan tepat dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari.
Perluasan Layanan dan Komitmen Keberlanjutan
HKA berencana untuk memperluas cakupan pekerjaan operasi dan pemeliharaan rutin di ruas tol. Perusahaan juga akan mengembangkan kontrak jangka menengah dan jangka panjang untuk memperkuat posisinya.
Peningkatan kesiapan peralatan dan sumber daya manusia juga menjadi prioritas utama. Langkah-langkah ini diarahkan untuk menjaga kualitas layanan harian di ruas tol tetap optimal.
Sebagai bagian dari penguatan kegiatan operasional, HKA mengarahkan dukungan sumber daya perusahaan pada pemenuhan kebutuhan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan. Ini mencakup kesiapan peralatan, personel, serta sistem pendukung pekerjaan di lapangan.
Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan juga tetap menjadi agenda penting bagi HKA di tahun 2026. Perusahaan akan melanjutkan pengelolaan limbah, pemanfaatan material hasil daur ulang, serta program lingkungan bersama masyarakat sekitar jalan tol.
Sumber: AntaraNews