Optimalisasi Bandara Kertajati: DPRD Jabar Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Wilayah
Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat mendorong optimalisasi Bandara Kertajati sebagai penggerak ekonomi utama, mengatasi tantangan rute dan okupansi demi kemajuan Jawa Barat.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Budiwanto, secara tegas mendorong optimalisasi peran Bandara Internasional Kertajati di Majalengka. Dorongan ini bertujuan agar bandara tersebut dapat menjadi penggerak utama perekonomian daerah di seluruh wilayah Jawa Barat. Pernyataan ini disampaikan Budiwanto di Karawang pada Minggu, 26 April 2026, menyoroti pentingnya Bandara Kertajati sebagai mercusuar ekonomi.
Menurut Budiwanto, Bandara Kertajati tidak boleh hanya menjadi sebuah ikon tanpa aktivitas berarti. Sebaliknya, infrastruktur megah ini harus berfungsi sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Fokus utamanya adalah pada sektor jasa angkutan udara dan konektivitas logistik yang dapat memberikan dampak positif.
Legislator daerah pemilihan Karawang-Purwakarta ini menekankan bahwa Bandara Kertajati, yang dibangun di atas lahan sekitar 1.800 hektare, melampaui sekadar fasilitas transportasi. Bandara ini merupakan simbol kemajuan dan gerbang ekonomi masa depan bagi Provinsi Jawa Barat. Oleh karena itu, potensi besarnya harus dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat.
Tantangan dan Kolaborasi untuk Bandara Kertajati
Meskipun memiliki potensi besar, Bandara Kertajati saat ini menghadapi beragam kendala yang perlu segera diatasi. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan rute penerbangan yang tersedia, yang berdampak pada rendahnya okupansi penumpang. Situasi ini tidak boleh dianggap sebagai alasan untuk stagnasi, melainkan harus menjadi pemicu bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membangun kolaborasi yang lebih luas dan efektif.
Budiwanto mendorong sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak terkait, termasuk maskapai penerbangan, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta. Selain itu, keterlibatan investor strategis juga sangat krusial untuk mengembangkan model bisnis bandara yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Kolaborasi multipihak ini diharapkan dapat membuka peluang investasi baru.
Ia menegaskan bahwa pengembangan Bandara Kertajati tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan banyak pihak. Pemerintah tidak harus selalu menjadi pemain utama dalam pembiayaan, melainkan dapat membuka pintu bagi investasi dari sektor swasta. Pendekatan ini akan mempercepat optimalisasi Bandara Kertajati sebagai penggerak ekonomi.
Potensi Strategis sebagai Pusat Logistik dan MRO
Secara strategis, Bandara Kertajati memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi pusat logistik udara (air cargo hub). Selain itu, bandara ini juga sangat potensial untuk menjadi pusat perawatan pesawat atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). Pengembangan dua fungsi utama ini akan menambah nilai strategis Bandara Kertajati di tingkat nasional maupun regional.
Posisi geografis Bandara Kertajati sangat mendukung pengembangan tersebut, karena berada di kawasan industri Jawa Barat bagian timur. Lokasinya yang relatif dekat dengan pelabuhan dan berbagai kawasan manufaktur memberikan nilai tambah tersendiri. Keunggulan ini menjadikan Bandara Kertajati ideal sebagai simpul distribusi logistik yang efisien.
Budiwanto juga menyebutkan peran Bandara Kertajati sebagai bandara penyangga bagi Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta sangat potensial. Peran ini penting, terutama untuk distribusi beban penerbangan dan logistik nasional. Ke depan, Bandara Kertajati harus disiapkan menjadi bandara nasional dan internasional secara bertahap.
Ia menekankan bahwa Bandara Kertajati tidak hanya berfungsi sebagai alternatif, tetapi juga sebagai pelengkap strategis dalam sistem transportasi udara Indonesia. Dengan demikian, Bandara Kertajati dapat berkontribusi lebih besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas.
Pentingnya Aksesibilitas dan Integrasi Transportasi
Salah satu faktor krusial yang disoroti untuk keberhasilan Bandara Kertajati adalah aksesibilitas menuju bandara. Saat ini, keberadaan Tol Cisumdawu telah memangkas waktu tempuh dari Bandung menjadi sekitar 1,5 hingga 2 jam. Namun, aksesibilitas ini masih perlu ditingkatkan agar Bandara Kertajati menjadi lebih kompetitif dibandingkan bandara lain.
Budiwanto menargetkan waktu tempuh dari Bandung ke Kertajati bisa ditekan hingga maksimal satu jam melalui integrasi moda transportasi. Untuk mencapai target ini, diperlukan sistem pendukung yang komprehensif, seperti layanan travel bandara, kereta cepat, atau moda transportasi massal lainnya. Konsumen harus dapat mengakses bandara dengan cepat, nyaman, dan pasti.
Keberhasilan Bandara Kertajati, menurut Budiwanto, tidak hanya diukur dari jumlah penerbangan yang beroperasi. Dampaknya terhadap sektor lain, seperti pariwisata dan investasi, juga menjadi indikator penting. Bandara ini harus mampu menarik wisatawan dan investor untuk datang ke Jawa Barat.
Kunci keberhasilan Bandara Kertajati terletak pada keberanian mengambil langkah inovatif dan membangun kolaborasi lintas sektor. Dengan strategi yang tepat dan dukungan semua pihak, Bandara Kertajati diharapkan benar-benar menjadi penggerak ekonomi yang kuat bagi Jawa Barat.
Sumber: AntaraNews