Harga Minyak dan Emas Naik, Saham Tertekan Akibat Konflik Israel-Iran
Harga minyak dan emas naik tajam, sementara aset berisiko seperti saham mengalami tekanan.
Investor di seluruh dunia masih dibuat pening dan rasa khawatir terhadap kondisi geopolitik antara Iran-Israel, dan ketidakstabilan ekonomi dalam negeri Amerika Serikat.
Dilansir dari Reuters, Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran pada Jumat dan Sabtu, mengklaim telah menghantam fasilitas nuklir, pabrik rudal, dan menewaskan sejumlah komandan militer. Iran membalas dengan serangan udara ke Yerusalem dan Tel Aviv pada Jumat malam.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa serangan terhadap Iran akan ditingkatkan. Sementara itu, Teheran membatalkan perundingan nuklir dengan Washington. Media pemerintah Iran juga melaporkan kebakaran di ladang gas, menandai kemungkinan serangan pertama terhadap sektor energi.
Ketegangan tersebut berdampak pada pasar keuangan. Harga minyak dan emas naik tajam, sementara aset berisiko seperti saham mengalami tekanan. Indeks S&P 500 ditutup melemah 1,14% pada Jumat, dan indeks volatilitas Cboe (VIX) melonjak ke 20,82 — tertinggi dalam tiga minggu.
Selain faktor geopolitik, situasi di dalam negeri AS juga memperburuk sentimen. Protes besar terhadap Presiden Donald Trump yang digelar oleh koalisi "No Kings" disertai insiden penembakan di Minnesota. Seorang pria bersenjata yang menyamar sebagai polisi menewaskan anggota dewan Demokrat Melissa Hortman dan suaminya, beberapa jam sebelum unjuk rasa dimulai.
Para analis memperingatkan bahwa peningkatan eskalasi antara Israel dan Iran dapat menyebabkan gangguan pasokan minyak global dan memicu penghindaran risiko lebih besar di pasar. “Situasi ini bisa berdampak pada pengurangan pasokan minyak dan lonjakan volatilitas pasar,” kata Matt Gertken dari BCA Research.
Kontrak berjangka saham AS dijadwalkan kembali diperdagangkan pada Minggu pukul 18.00 waktu setempat (2200 GMT). Para investor diperkirakan akan tetap berhati-hati menghadapi kombinasi ketegangan geopolitik dan kerusuhan domestik.