Rieke Diah Pitaloka Angkat Semangat KAA 1955, Serukan Solidaritas untuk Iran
Rieke menegaskan, peringatan 71 tahun KAA yang berlangsung pada 18–24 April 1955 di Bandung menjadi pengingat dunia untuk menolak kolonialisme dan penindasan.
Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyerukan pentingnya kembali menghidupkan semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 dalam konteks situasi global saat ini, termasuk dinamika yang terjadi di Iran.
Rieke menegaskan, peringatan 71 tahun KAA yang berlangsung pada 18–24 April 1955 di Bandung menjadi pengingat dunia untuk menolak kolonialisme dan penindasan.
"Stop colonization. Stop oppression," ujar Rieke seperti dikutip dari akun instagram riekediahp, Jumat (24/4), usai menghadiri pertemuan di Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta.
Pesan
Dalam kesempatan tersebut, Rieke juga menyampaikan pesan solidaritas kepada rakyat Iran. Ia menegaskan dukungan moral Indonesia terhadap perjuangan yang dinilainya sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan global.
"Semangat itu juga kami kirimkan untuk rakyat dan bangsa Iran. InsyaAllah, Indonesia bersama perjuangan kalian," katanya.
Rieke menyampaikan apresiasi kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, atas sambutan dan ruang dialog yang diberikan. Pertemuan itu, menurutnya, menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas antarbangsa.
Semangat KAA 1955
Ia menilai, diskusi yang dilakukan merefleksikan kembali semangat KAA 1955, ketika negara-negara Asia dan Afrika bersatu melawan kolonialisme dan memperjuangkan kemerdekaan.
"Iran adalah bagian dari sejarah itu. Dan hari ini kita tidak boleh melupakan sejarah," ujarnya.
Lebih lanjut, Rieke menegaskan bahwa apa yang terjadi di Iran saat ini merupakan bagian dari perjuangan global yang harus terus disuarakan, sesuai dengan amanat para pendiri bangsa Indonesia.
Menurutnya, perjuangan tersebut bukan hanya milik satu negara, melainkan menyangkut kepentingan banyak bangsa di dunia.
"Ini adalah perjuangan semua bangsa melawan intervensi, melawan ketidakadilan, dan untuk menjaga perdamaian dunia," tegasnya.
Ketidakadilan
Rieke juga mengingatkan bahwa ketidakadilan di satu negara dapat menjadi preseden bagi negara lain.
"Apa yang terjadi hari ini di Iran, bisa saja terjadi di negara lain, bahkan di Indonesia,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Rieke mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat solidaritas global yang diwariskan dari Konferensi Asia Afrika.
"Dengan semangat Asia-Afrika dan semangat solidaritas dunia, mari kita bersatu, mari kita bersuara, dan mari kita doakan yang terbaik untuk rakyat Iran," ujarnya.