Grab Resmi Jadi Pemegang Saham Mayoritas Superbank
Grab telah mengambil alih lebih dari 50 persen kepemilikan saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA).
Grab secara resmi telah menjadi pemegang saham mayoritas di PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), yang menegaskan komitmen kedua perusahaan untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.
Dengan penguasaan lebih dari 50 persen saham SUPA, Grab menunjukkan langkah signifikan melalui serangkaian transaksi di ekosistemnya, termasuk pembelian saham oleh A5-DB Holdings dan GXS Pte. Ltd. pada Mei 2026, yang menjadikan Grab sebagai pemegang saham utama di Superbank.
"Kepercayaan Grab yang semakin besar terhadap Superbank merupakan validasi atas strategi pertumbuhan yang kami jalankan. Dukungan dari ekosistem Grab memungkinkan kami menghadirkan layanan perbankan yang lebih relevan, mudah diakses, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat," ungkap Presiden Direktur Superbank, Tigor M Siahaan, dalam keterangan resminya, Minggu (7/6/2026).
Langkah strategis ini menandakan bahwa Indonesia menjadi pasar yang penting, terutama bagi Grab dalam konteks Asia Tenggara. Tigor juga menekankan adanya peluang inovasi dalam sektor perbankan untuk kepentingan masyarakat.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi produk, memperluas akses pembiayaan yang bertanggung jawab, serta menghadirkan pengalaman perbankan digital yang semakin seamless bagi jutaan masyarakat Indonesia," jelas Tigor.
Dengan visi ini, kedua perusahaan berharap dapat memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia melalui layanan keuangan yang lebih baik dan lebih terjangkau.
Potensi Jangka Panjang Indonesia
Sebagai pemegang saham mayoritas Superbank, Grab semakin menegaskan komitmennya untuk menyediakan layanan keuangan digital yang inklusif dan relevan bagi masyarakat Indonesia.
"Indonesia merupakan rumah bagi Grab dan merupakan ekosistem penting bagi kami. Kami telah hadir selama lebih dari 10 tahun dan telah menjadi bagian dari keseharian jutaan masyarakat Indonesia," ungkap Neneng Goenadi, CEO Grab Indonesia.
Menurut Neneng, peningkatan kepemilikan di Superbank mencerminkan keyakinan Grab terhadap potensi jangka panjang Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya peran layanan keuangan digital dalam memperluas akses ekonomi bagi masyarakat.
"Bersama Superbank, kami akan terus menghadirkan inovasi dan memperkuat ekosistem yang memberikan manfaat nyata bagi Mitra Pengemudi, Mitra UMKM, pengguna, dan masyarakat luas," tambahnya.
Sinergi Ekosistem Dorong Pertumbuhan
Dukungan yang semakin meningkat dari Grab sejalan dengan pertumbuhan kinerja Superbank yang terus berkembang.
Hingga April 2026, penyaluran kredit Superbank mengalami peningkatan sebesar 55 persen secara tahunan (YoY), yang didorong oleh integrasi yang semakin mendalam dengan ekosistem Grab dan OVO.
Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini adalah produk Pinjaman Atur Sendiri, yang dapat diakses langsung melalui aplikasi Grab dan OVO.
Hal ini memberikan akses pembiayaan yang lebih cepat, aman, dan mudah bagi jutaan pengguna. Pertumbuhan bisnis ini juga diiringi dengan peningkatan signifikan dalam profitabilitas.
Pada periode empat bulan yang berakhir pada 30 April 2026, Superbank berhasil mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 142 miliar, meningkat 1.529 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Pencapaian ini mencerminkan sinergi yang kuat dalam ekosistem, disiplin dalam pengelolaan risiko, serta fokus Superbank untuk menyediakan layanan keuangan digital yang relevan dan inklusif bagi masyarakat Indonesia.
Dengan dukungan dari kekuatan ekosistem Grab & OVO serta pemegang saham lainnya seperti Emtek, GXS Bank, dan KakaoBank, Superbank berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi produk dan layanan yang relevan.
Selain itu, Superbank juga berupaya memperluas akses pembiayaan yang aman dan bertanggung jawab bagi lebih banyak masyarakat Indonesia.