Teller menunjukan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Penukaran Uang Masayu Agung, di Jakarta, Selasa (3/9/2024). Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.526 per Dolar AS pada Selasa (3/9/2024). Foto: Liputan6.com / Angga Yuniar
Direktur PT.Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi memperkirakan Rupiah untuk perdagangan besok pada Rabu (4/9/2024). Foto: Liputan6.com / Angga Yuniar
"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp. 15.450 - Rp.15.550," ungkap, Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/9/2024). Foto: Liputan6.com / Angga Yuniar
Kemudian, Ibrahim melihat perhatian investor telah beralih ke laporan pekerjaan AS yang akan datang yang diharapkan pada akhir pekan. Foto: Liputan6.com / Angga Yuniar
"Laporan tersebut, yang akan dirilis pada hari Jumat, diantisipasi akan memainkan peran penting dalam membentuk kebijakan moneter Federal Reserve, terutama setelah Ketua Fed Jerome Powell mengisyaratkan perubahan dari fokus pada inflasi menjadi pencegahan kehilangan pekerjaan," bebernya. Foto: Liputan6.com / Angga Yuniar
Kurs Rupiah bergerak terbatas di tengah fokus pasar menanti rilis data inflasi AS yang akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed, memicu ketidakpastian investor.
Nilai tukar Rupiah melemah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, 9 Januari 2026. Pelemahan Rupiah ini dipicu data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan, menarik perhatian pasar.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh meskipun nilai tukar rupiah melemah, mengajak masyarakat tidak khawatir dan percaya pada kekuatan bangsa.
Menko Airlangga menjelaskan salah satu penyebab melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS adalah meningkatnya permintaan dolar AS pembayaran dividen.
Nilai tukar Rupiah melemah signifikan hari ini, mencapai Rp16.979 per dolar AS, dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan AS dan Iran, sebuah situasi yang dinilai pengamat lebih parah dari krisis sebelumnya.
Nilai tukar Rupiah melemah signifikan di Jakarta, dipicu oleh keputusan Iran menutup Selat Hormuz yang mengerek harga minyak global serta sentimen beban utang domestik pemerintah.