Fakta Unik: SPBU Pejompongan Sempat Ditutup Sementara Akibat Insiden Bentrokan
PT Pertamina Patra Niaga menghentikan operasional SPBU Pejompongan sementara waktu. Simak alasan di balik penutupan SPBU vital ini yang sempat terkena molotov.
PT Pertamina Patra Niaga, sebagai operator penyedia energi nasional, mengambil keputusan penting untuk menghentikan sementara operasional SPBU Pejompongan. Langkah ini diambil sebagai respons cepat demi menjamin keamanan dan keselamatan seluruh pihak yang berada di sekitar lokasi.
Penghentian operasional SPBU Pejompongan ini terjadi menyusul adanya bentrokan serius. Insiden tersebut melibatkan massa aksi dan personel kepolisian di area strategis Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Peristiwa mencekam ini berlangsung pada Kamis malam.
Roberth Marchelino Verieza, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, mengonfirmasi keputusan tersebut saat dihubungi dari Jakarta. Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga sarana serta fasilitas energi vital seperti SPBU demi kepentingan umum.
Detik-detik Bentrokan di Pejompongan
Kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi saksi bisu bentrokan sengit pada Kamis petang. Suara letusan petasan yang memekakkan telinga dan lemparan batu yang beterbangan saling bersahutan, menciptakan suasana mencekam di tengah keramaian kota.
Personel kepolisian yang bertugas merespons situasi dengan menembakkan gas air mata. Tujuannya adalah untuk membubarkan kerumunan massa aksi yang semakin tak terkendali, demi mengembalikan ketertiban di area tersebut.
Di tengah kekacauan tersebut, insiden kerusakan terjadi di SPBU Pejompongan. Satu unit dispenser pengisian bahan bakar terkena dampak langsung dari lemparan molotov, memicu kekhawatiran akan potensi bahaya yang lebih besar.
Meskipun demikian, Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa kerusakan pada dispenser tersebut dapat segera diatasi dengan cepat. Kondisi SPBU secara keseluruhan dinyatakan aman dan tidak terdapat masalah serius seperti kebakaran yang dapat membahayakan fasilitas maupun lingkungan sekitar.
Tanggapan Pimpinan Polri atas Insiden Ojol
Salah satu peristiwa paling memilukan dan menyita perhatian publik dalam bentrokan di Pejompongan adalah insiden yang menimpa seorang pengemudi ojek online. Pengemudi tersebut terlindas oleh kendaraan taktis (rantis) jenis Barracuda milik Brimob, yang sedang bergerak di lokasi kejadian.
Kejadian ini memicu gelombang simpati dan pertanyaan dari berbagai pihak. Menanggapi insiden tersebut, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada masyarakat, khususnya kepada korban dan keluarganya.
Kapolri menegaskan bahwa jajarannya telah mengerahkan segala upaya untuk melacak dan menemukan keberadaan pengemudi ojol yang menjadi korban. Prioritas utama adalah memastikan kondisi kesehatan korban dan memberikan bantuan yang diperlukan secepat mungkin.
Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas, Kapolri juga telah memerintahkan Divisi Propam Polri untuk segera menangani peristiwa ini. Penyelidikan mendalam akan dilakukan untuk mengusut tuntas insiden tersebut dan mengambil tindakan yang sesuai berdasarkan hasil temuan.
Sumber: AntaraNews