Fakta Unik: 200 Kambing Disalurkan, Pemprov Kaltim Genjot Peternakan Kambing Penajam untuk Ketahanan Pangan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan 200 ekor kambing ke dua desa di Penajam Paser Utara, menggenjot sektor peternakan kambing Penajam demi ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) baru-baru ini mengambil langkah strategis untuk memperkuat sektor peternakan di Kabupaten Penajam Paser Utara. Sebanyak 200 ekor kambing disalurkan kepada dua desa korporasi ternak di Kecamatan Babulu.
Inisiatif ini bertujuan untuk mengembangkan potensi peternakan lokal, sekaligus memastikan ketersediaan daging dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi desa-desa tersebut.
Bantuan ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Kaltim dalam mendukung ketahanan pangan dan menciptakan pertanian terpadu yang berkelanjutan di wilayah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Pengembangan Sektor Peternakan di Penajam Paser Utara
Dua desa yang beruntung menerima bantuan ini adalah Desa Rintik dan Desa Rawa Mulya, keduanya berada di Kecamatan Babulu. Setiap desa mendapatkan alokasi 100 ekor kambing, dengan komposisi yang telah diatur secara strategis.
Rinciannya, setiap desa menerima 60 ekor kambing jantan dan 40 ekor kambing betina. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Ristu Pramula, menjelaskan bahwa jumlah kambing jantan yang lebih banyak ditujukan untuk penggemukan.
Tujuannya adalah untuk mempercepat perputaran ekonomi korporasi melalui penjualan daging. Sementara itu, kambing betina difokuskan untuk pengembangan populasi ternak secara jangka panjang.
Ristu Pramula juga menyampaikan, "Pemerintah kabupaten berharap desa korporasi ternak dapat dikelola dengan baik." Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan keberhasilan program pengembangan peternakan kambing Penajam.
Mewujudkan Pertanian Terpadu dan Berkelanjutan
Program bantuan ini tidak hanya berhenti pada penyaluran ternak kambing. Kedua desa korporasi ternak juga menerima berbagai fasilitas pendukung untuk mewujudkan pertanian terpadu.
Bantuan tersebut meliputi mesin pencacah pupuk kandang atau organik. Dengan adanya mesin ini, kotoran kambing dapat diolah menjadi pupuk organik berkualitas tinggi, yang sangat bermanfaat bagi lahan pertanian.
Selain itu, bantuan juga mencakup pembangunan kandang kambing yang representatif, penyediaan pakan, gudang pakan, serta mesin pencacah pakan. Semua fasilitas ini dirancang untuk mendukung operasional peternakan kambing Penajam secara efisien.
Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara secara aktif melakukan pendampingan kepada desa-desa penerima bantuan. Pendampingan ini krusial untuk memastikan pengembangan ternak berjalan berkelanjutan dan mampu memenuhi kebutuhan daging di masa depan.
Dukungan Penuh untuk Desa Korporasi Ternak
Bantuan yang disalurkan ini bersumber dari Program Desa Korporasi Ternak (PDKT) Pemerintah Provinsi Kaltim. Program ini dirancang komprehensif untuk memberdayakan masyarakat pedesaan melalui sektor peternakan.
Selain kambing dan mesin pengolah pupuk, desa-desa juga mendapatkan dukungan berupa penampungan pengelolaan kotoran kambing. Fasilitas ini penting untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memaksimalkan nilai tambah dari limbah ternak.
Melalui integrasi peternakan dan pertanian, desa-desa diharapkan dapat memperoleh pendapatan ganda. Pendapatan berasal dari penjualan kambing dan juga dari penjualan pupuk organik hasil olahan kotoran ternak.
Konsep pertanian terpadu ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain. Model ini mampu menciptakan kemandirian ekonomi serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Penajam Paser Utara.
Sumber: AntaraNews