Erick Thohir Ungkap Proses Seleksi Ifan Seventeen Jadi Dirut PFN, Sama Seperti Cari Bos Bank BUMN
Melalui Tes Potensi Akademik (TPA), Ifan Seventeen akhirnya terpilih untuk jadi Dirut PFN.
Menteri BUMN Erick Thohir mengaku sudah punya perhitungan matang dalam memilih Riefian Fajarsyah, alias Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama BUMN, PT Produksi Film Negara (PFN).
Erick mengatakan, Ifan Seventeen bukan satu-satunya nama yang Erick Thohir usung buat jadi Bos PFN, tapi ada seleksi khusus untuk beberapa orang.
"Ada, ada beberapa. Kita kan mengusulkan beberapa nama, ini pilihan yang para saat itu dilihat dari berbagai perspektif ya diberi kesempatan," kata Erick Thohir di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (14/3).
Melalui Tes Potensi Akademik (TPA), Ifan Seventeen akhirnya terpilih untuk jadi Dirut PFN. Namun, Erick enggan menyebut nama lainnya yang masuk nominasi untuk jadi bos PFN.
"Cuma proses dari TPA-nya seperti itu. Ya banyak, semua harus pilihan. Sama kayak orang bilang, kenapa pak Erick milih Dirut Himbara ini, pasti semua ada hitungan," ujar Erick.
Selain itu, Erick juga buka-bukaan alasan penunjukan Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama PFN. Pernyataan itu diberikan lantaran banyak orang mempertanyakan kapabilitas Ifan yang seorang musisi di industri perfilman.
Menyambut pertanyaan tersebut, Erick memberikan isyarat bahwa itu merupakan rencana jangka panjangnya untuk BUMN. Melalui program konsolidasi, seperti yang dilakukan pada PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) dan Holding Industri Pertambangan MIND ID.
Dalam hal ini, nantinya PFN yang berada di bawah Ifan Seventeen bakal dikonsolidasikan dengan Balai Pustaka dan Lokananta dalam satu payung.
"Memang pemerintah melihat juga konsolidasi BUMN harus dipercepat juga. Salah satunya kita punya Balai Pustaka, PFN, Lokananta. Ini akan dikonsolidasikan menjadi bagian pusat konten atau apapun namanya yang sedang dibuat kajian," ungkapnya.
"Jadi kenapa direkrut ada orang film, orang musik. Termasuk Balai Pustaka itu kan bagian sejarah yang akan dikonsolidasikan," sambung dia.
Penggabungan Masih Kajian
Namun, Erick menambahkan, penggabungan PFN, Balai Pustaka dan Lokananta saat ini masih kajian. Sembari membentuk manajemen, termasuk dengan menarik Ifan Seventeen.
"Ini mengonsolidasikan antara cetak, suara, gambar, yang dimiliki pemerintah di bawah BUMN untuk jadi satu kesatuan. Jadi sejalan juga dengan konsolidasi BUMN," imbuh dia.
Menurut dia, penggabungan antara Balik Pustaka, PFN dan Lokananta ini baru tahap awal. Selaras dengan rencana Kementerian BUMN melebur Holding Pelabuhan Pelindo dengan PT Pelni dan perusahaan lain di sektor yang sama.
"Saya sedang mendorong kajian konsolidasi ini. Sama seperti saya meminta Pelindo membuat kajian mengenai penggabungan pelabuhan, ferry, perkapalan Pelni, bukan enggak mungkin dock kapal, dan juga industrial estate. Ini jadi sebuah ekosistem," tuturnya.