Sederet Film Legendaris Produksi PFN, Perusahaan yang Akan Dipimpin Ifan Seventeen, Dari G30S/PKI hingga Si Unyil

Kini PFN lebih fokus pada pendanaan dan dukungan kepada production house dalam proses produksi film.

Siti Ayu Rachma
Oleh Siti Ayu Rachma - Reporter
Sederet Film Legendaris Produksi PFN, Perusahaan yang Akan Dipimpin Ifan Seventeen, Dari G30S/PKI hingga Si Unyil
Ifan Seventeen merilis single solo perdananya 'Masih Harus Di Sini' (© 2025 Liputan6.com)

Ifan Seventeen, vokalis band Seventeen, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Produksi Film Negara (PFN). PFN adalah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berperan penting dalam industri perfilman nasional.

Sebelum menduduki posisi tersebut, Ifan sempat menarik perhatian masyarakat dengan merilis lagu berjudul "Pernah di Sana" yang dipersembahkan untuk Presiden Prabowo Subianto, yang dinyanyikan bersama ajudan Prabowo, Rizky Irmansyah.

Sebagai salah satu perusahaan yang berperan besar dalam perkembangan perfilman Indonesia, PFN memiliki tanggung jawab dalam mengelola pendanaan film dan konten di Indonesia. PFN menyalurkan dana dari pemerintah, BUMN, dan sektor swasta untuk mendukung produksi film berkualitas. Dengan target ambisius untuk menguasai 10 persen pangsa pasar industri film nasional, PFN berkomitmen memperkuat perannya sebagai katalisator dalam perkembangan sinema Indonesia.

Meski saat ini masih dalam proses perizinan untuk menjadi lembaga pembiayaan murni, PFN telah aktif memberikan kontribusi dalam industri perfilman. Jika sebelumnya dikenal sebagai rumah produksi, kini PFN lebih fokus pada pendanaan dan dukungan kepada production house dalam proses produksi film.

PFN memiliki rekam jejak produksi yang mengesankan, termasuk sejumlah karya legendaris. Salah satunya adalah serial teater boneka Si Unyil yang tayang di TVRI sejak 1981. Selain itu, PFN juga menggarap film bersejarah dan dokumenter propaganda seperti Penumpasan Pengkhianatan G 30 S/PKI (1984), Djakarta 1966, Serangan Fajar (1981), Si Nila (1979), Operasi Trisula (1986), hingga Surat Untuk Bidadari (1992).

Selain film layar lebar, PFN juga aktif dalam produksi program televisi, seperti Corat-Coret (2020) dan animasi Petualangan Si Unyil (2019), serta sejumlah film pendek yang menarik perhatian, antara lain Menantu Pilihan Bapak, Positif, Riuh, Ulang Tahun Pernikahan, Meja Makan, hingga Bukan Sekadar Kata Kasar.

Rekomendasi