Pelangi di Mars: Ifan Seventeen Ajak Masyarakat Jadi Saksi Sejarah Film Hybrid Animasi Live-Action Pertama Indonesia

Ifan Seventeen mengumumkan 'Pelangi di Mars' sebagai film hybrid animasi live-action pertama Indonesia. Saksikan sejarah perfilman nasional yang siap tayang Lebaran 2026!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pelangi di Mars: Ifan Seventeen Ajak Masyarakat Jadi Saksi Sejarah Film Hybrid Animasi Live-Action Pertama Indonesia
Ifan Seventeen mengumumkan 'Pelangi di Mars' sebagai film hybrid animasi live-action pertama Indonesia. Saksikan sejarah perfilman nasional yang siap tayang Lebaran 2026! (AntaraNews)

Direktur Utama PT Produksi Film Negara (Persero), Riefian Fajarsyah, atau yang akrab disapa Ifan Seventeen, mengkategorikan kehadiran film "Pelangi di Mars" sebagai wajah baru perfilman Indonesia. Film ini menandai tonggak sejarah penting dengan menjadi film hybrid animasi live-action pertama di Tanah Air. Ifan Seventeen mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melewatkan momen bersejarah ini dan kembali meramaikan bioskop.

Pengumuman tersebut disampaikan Ifan saat acara konferensi pers yang berlangsung di kawasan Menteng, Jakarta, pada Jumat (13/2). Ia menekankan bahwa "Pelangi di Mars" bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah pencapaian besar yang akan mengukir sejarah perfilman nasional. Film ini merupakan hasil kolaborasi antara Mahakarya Pictures, MBK Production, dan PFN.

Dijadwalkan tayang di seluruh bioskop pada momen Lebaran 2026, tepatnya 18 Maret mendatang, "Pelangi di Mars" siap memukau penonton dengan inovasi teknologi dan narasi yang kuat. Film ini mengangkat kisah petualangan seorang anak Indonesia yang lahir di Planet Mars, dalam misi krusial untuk mengatasi krisis air di Bumi. Ifan berharap kehadiran film ini dapat membangkitkan semangat perfilman Indonesia.

Wajah Baru Perfilman Nasional dengan Film Hybrid Animasi Live-Action

Ifan Seventeen menarik garis sejarah perfilman Indonesia, mengingatkan pada tahun 1983 ketika Indonesia memiliki film kartun pertama berjudul "Si Huma" produksi PFN. Menurutnya, hari ini sejarah akan kembali tercipta dengan hadirnya "Pelangi di Mars" sebagai film hybrid animasi live-action pertama di Indonesia. Ifan menegaskan bahwa proyek ini merupakan sebuah tonggak sejarah yang sangat berarti bagi perkembangan sinema nasional.

Kolaborasi antara Mahakarya Pictures, MBK Production, dan PFN ini menghasilkan sebuah karya yang menggabungkan elemen animasi dan pemeran manusia secara inovatif. Ifan secara khusus membakar semangat masyarakat untuk kembali ke bioskop dan menjadi bagian dari momen penting ini. Ia meminta penonton untuk tidak melewatkan kesempatan menyaksikan evolusi teknologi film nasional.

Bagi Ifan, "Pelangi di Mars" bukan hanya sekadar tontonan hiburan biasa, melainkan sebuah pencapaian besar. Film ini merepresentasikan kemajuan signifikan dalam industri perfilman Indonesia, membuka babak baru dengan format hybrid yang belum pernah ada sebelumnya. Kehadiran film ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak inovasi di masa depan.

Inovasi Teknologi Extended Reality di Balik Layar

Produksi film "Pelangi di Mars" telah dikembangkan selama lima tahun, menunjukkan dedikasi dan kompleksitas di baliknya. Film ini memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR) untuk mendukung kedalaman penyampaian ceritanya. Penggunaan XR memungkinkan penciptaan lingkungan visual yang imersif dan realistis, memperkaya pengalaman sinematik bagi penonton.

Meskipun diproduksi di Studio DossGuavaXR dengan melibatkan animasi 3D dan robot interaktif, seluruh kecanggihan teknologi ini diposisikan sebagai alat. Tujuannya adalah untuk memperkuat pesan dan emosi yang ingin disampaikan dalam film, bukan semata-mata pamer teknologi. Pendekatan ini memastikan bahwa cerita dan karakter tetap menjadi inti dari pengalaman menonton.

Narasi utama film, "Pahlawan lahir dari keberanian," menjadi napas dari setiap adegan yang dihasilkan melalui proses panjang. Teknologi canggih ini membantu mewujudkan visi kreatif para pembuat film, menciptakan dunia Mars yang meyakinkan dan karakter yang hidup. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menghadirkan kualitas terbaik bagi penonton Indonesia.

Kisah Petualangan dan Pesan Kepahlawanan "Pelangi di Mars"

Film "Pelangi di Mars" mengangkat kisah perjalanan seorang anak Indonesia bernama Pelangi, yang terlahir di Planet Mars. Cerita ini berlatar belakang misi penting manusia di luar angkasa untuk mengatasi krisis air di Bumi. Pelangi terdampar bersama ibunya, Pratiwi, dan kemudian melanjutkan misi ibunya untuk menemukan mineral Zeolith Omega, yang dapat menjadi solusi krisis air bersih di Bumi.

Penonton diajak mengikuti petualangan Pelangi bersama teman-teman robotnya dalam mencari Zeolith Omega dan bertemu dengan ayahnya. Nilai kepahlawanan yang lahir dari keberanian sudah bisa dirasakan dari cuplikan (trailer) film ini. Kisah ini diharapkan mampu menginspirasi penonton, khususnya anak-anak, tentang arti keberanian dan tekad.

Suasana pemutaran cuplikan (trailer) semakin semarak dengan kehadiran Messi Gusti sebagai pemeran Pelangi. Turut hadir pula para pengisi suara robot yang berbakat, yaitu Bimo Kusumo, Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Vanya Rivani, dan Dimitri Arditya. Kehadiran mereka menambah antusiasme terhadap film ini.

Antusiasme dan Kualitas Tinggi dari Pengisi Suara

Kejutan besar terjadi ketika lima robot dari film "Pelangi di Mars" muncul secara nyata di lokasi acara konferensi pers. Robot-robot tersebut menyapa awak media, memberikan pengalaman yang tak biasa dan membawa suasana "Pelangi di Mars" ke dunia nyata. Momen ini menunjukkan betapa seriusnya produksi film ini dalam menghadirkan pengalaman imersif.

Kristo Immanuel, salah satu pengisi suara robot, menyatakan kekagumannya terhadap kualitas produksi yang tidak main-main. Ia menegaskan bahwa proyek ini dirancang untuk memberikan konten berkualitas tinggi yang layak diterima oleh anak-anak dan orang dewasa Indonesia. "Anak-anak dan orang-orang dewasa Indonesia layak mendapatkan konten berkualitas tinggi, dan Pelangi di Mars hadir untuk itu," ujar Kristo.

Pernyataan Kristo Immanuel ini menggarisbawahi komitmen para pembuat film untuk menyajikan karya terbaik. Film ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi kebanggaan nasional. Dengan perpaduan teknologi canggih dan cerita yang menyentuh, "Pelangi di Mars" siap menjadi salah satu Film Hybrid Animasi Live-Action yang patut dinantikan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi