Erick Thohir Sebut Sebagian Besar Dividen BUMN Sudah Setor ke Danantara
CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan P Roeslani berjanji untuk memperkuat tata kelola perusahaan negara.
Menteri BUMN, Erick Thohir menyampaikan bahwa sebagian besar dividen yang dimiliki BUMN sudah disetorkan ke Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Indonesia.
"Sudah masuk dananya sebagian besar,” kata Erick, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/5).
Namun, dia enggan menjelaskan kapan tepatnya BUMN menyetorkan dividen mereka ke BPI Danantara. Dia malah melempar jawaban tersebut kepada CEO BPI Danantara Rosan Roeslani.
"Tanya Pak Rosan,” ucapnya singkat.
Sebelumnya, CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan P Roeslani berjanji untuk memperkuat tata kelola perusahaan negara. Salah satunya dengan melakukan evaluasi komprehensif terhadap BUMN dan Badan BPI Danantara.
Dia mengatakan, evaluasi ini dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh jajaran BUMN memiliki visi dan misi yang sejalan dengan Presiden Prabowo Subianto.
Evaluasi Kerja Sama Danantara
"Evaluasi ini kita lakukan tidak hanya dengan Danantara sendiri, tapi tentunya kami juga akan mengevaluasi bekerja sama dengan advisor, dalam maupun luar negeri, dalam rangka meningkatkan baik dari segi kompetensi, meningkatkan dari segi kepatutan dan juga komitmen serta karakter,” kata Rosan, di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/4).
Dalam laporannya, Rosan menyebut, sebanyak 844 BUMN resmi menjadi bagian dari BPI Danantara. Di mana, BPI Danantara merupakan penjabaran dari pasal 33 UUD 1945 yang menekankan perekonomian Indonesia disusun berdasarkan asas kekeluargaan.
"Perekonomian Indonesia disusun, bukan tersusun. Tersusun kita menyerahkan kepada mekanisme pasar sepenuhnya. Kita menghormati mekanisme pasar, tetapi juga pemerintah berhak mengintervensi apabila mekanisme pasar itu sudah jauh melenceng daripada kepentingan nasional dan juga pembangunan nasional ke depan," pungkasnya.