Ekspor Papua Barat Tembus USD272,14 Juta pada November 2025, Didominasi Migas
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Papua Barat mencapai USD272,14 juta pada November 2025, didorong oleh komoditas migas, menunjukkan peningkatan signifikan dari periode sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat melaporkan kinerja ekspor yang impresif pada November 2025. Total nilai ekspor dari wilayah tersebut berhasil menembus angka 272,14 juta dolar AS. Angka ini menunjukkan pertumbuhan positif yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Peningkatan ini, yang mencapai 15,86 persen dibanding November 2024, didominasi oleh sektor minyak dan gas (migas). Kepala BPS Papua Barat, Merry, di Manokwari, Kamis, menjelaskan bahwa komoditas migas menjadi tulang punggung utama. “Kalau ekspor nonmigas terealisasi hanya sebanyak 1,22 juta dolar AS,” kata Merry.
Dengan capaian ini, neraca perdagangan Papua Barat pada November 2025 mengalami surplus besar. Tidak adanya nota pemberitahuan impor selama periode tersebut turut berkontribusi pada surplus 272,14 juta dolar AS. Hal ini mencerminkan kekuatan ekonomi daerah tersebut dalam perdagangan internasional.
Dominasi Komoditas Migas dalam Ekspor Papua Barat
Kinerja ekspor Papua Barat pada November 2025 secara jelas didominasi oleh komoditas minyak dan gas (migas). Nilai ekspor dari sektor ini mencapai angka fantastis, yakni 270,92 juta dolar AS. Angka ini hampir sepenuhnya membentuk total realisasi ekspor provinsi tersebut.
Kepala BPS Papua Barat, Merry, menegaskan bahwa kontribusi migas sangat besar terhadap total ekspor. “Kalau ekspor nonmigas terealisasi hanya sebanyak 1,22 juta dolar AS,” ujarnya. Perbandingan ini menyoroti ketergantungan ekspor Papua Barat pada sektor migas.
Peningkatan ekspor komoditas migas juga terlihat jelas jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Pada November 2024, nilai ekspor migas tercatat sebanyak 234,06 juta dolar AS, menunjukkan pertumbuhan yang solid. Jika dilihat secara bulanan (month to month/m-to-m), ekspor migas juga melonjak 34,28 persen dibandingkan Oktober 2025.
Realisasi ekspor migas pada Oktober 2025 hanya mencapai 201,90 juta dolar AS, sehingga peningkatan ini sangat signifikan. Namun, ekspor nonmigas mengalami kontraksi 65,60 persen secara bulanan. “Sedangkan ekspor nonmigas terkontraksi 65,60 persen (mtm) dibanding Oktober 2025 yaitu 3,55 juta dolar AS,” ucap Merry.
Tujuan Utama dan Surplus Neraca Perdagangan
Tiga negara menjadi tujuan utama ekspor komoditas dari Papua Barat selama November 2025. Tiongkok memimpin daftar dengan nilai ekspor mencapai 152,49 juta dolar AS. Ini menunjukkan hubungan dagang yang kuat antara Papua Barat dan Tiongkok.
Jepang menempati posisi kedua sebagai negara tujuan ekspor dengan nilai 96,62 juta dolar AS. Sementara itu, Korea Selatan berada di urutan ketiga dengan nilai 21,89 juta dolar AS. Diversifikasi tujuan ekspor ini penting untuk stabilitas perdagangan regional.
Dalam periode yang sama, tidak ada nota pemberitahuan terkait impor yang masuk ke Papua Barat. Kondisi ini secara langsung berkontribusi pada neraca perdagangan yang sangat positif. Provinsi ini berhasil mencatat surplus sebesar 272,14 juta dolar AS.
Surplus neraca perdagangan Papua Barat juga menunjukkan peningkatan yang mengesankan. “Neraca perdagangan Papua Barat naik 37,25 persen (year on year/yoy) dan 66,69 persen (mtm),” ujar Merry. Peningkatan ini menandakan momentum positif yang berkelanjutan bagi perekonomian daerah.
Sumber: AntaraNews