BPS: Australia, Korea Selatan, dan PNG Jadi Tujuan Utama Ekspor Papua Februari 2026

BPS Provinsi Papua melaporkan tiga negara menjadi tujuan utama ekspor Papua pada Februari 2026, menunjukkan peningkatan signifikan dalam kinerja ekspor nonmigas daerah tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPS: Australia, Korea Selatan, dan PNG Jadi Tujuan Utama Ekspor Papua Februari 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) Papua mengungkapkan Australia, Korea Selatan, dan Papua Nugini menjadi tujuan utama Ekspor Papua Februari 2026, dengan kinerja ekspor yang menunjukkan peningkatan signifikan. (AntaraNews)

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mengungkapkan data terbaru mengenai kinerja ekspor wilayah tersebut pada Februari 2026. Tiga negara utama, yaitu Australia, Korea Selatan, dan Papua Nugini, menjadi penyumbang terbesar ekspor dari Papua. Laporan ini menyoroti tren perdagangan internasional yang signifikan bagi perekonomian daerah.

Kepala BPS Papua, Adriana Helena Carolina, menjelaskan bahwa total ekspor Papua pada Februari 2026 tercatat sebesar 6.747,27 ribu dolar AS. Angka ini menunjukkan peningkatan yang substansial dibandingkan bulan sebelumnya, mengindikasikan aktivitas ekonomi yang dinamis. Peningkatan ini didominasi oleh sektor nonmigas yang berkontribusi hampir seluruhnya.

Secara kumulatif, nilai ekspor Papua dari Januari hingga Februari 2026 telah mencapai 11.079,54 ribu dolar AS. Pencapaian ini melampaui periode yang sama pada tahun sebelumnya, menegaskan pertumbuhan positif dalam volume perdagangan. Data ini memberikan gambaran jelas tentang kontribusi Papua dalam perdagangan global.

Australia memimpin daftar negara tujuan ekspor terbesar dari Papua pada Februari 2026. Nilai ekspor ke Australia mencapai 3.699,94 ribu dolar AS, menyumbang sekitar 54,84 persen dari total ekspor Papua. Kemitraan dagang dengan Australia terus menjadi pilar penting bagi ekonomi regional.

Korea Selatan menempati posisi kedua sebagai tujuan ekspor utama dengan nilai 1.882,13 ribu dolar AS, atau sekitar 27,89 persen dari keseluruhan ekspor. Disusul oleh Papua Nugini yang mencatatkan nilai ekspor sebesar 458,06 ribu dolar AS, berkontribusi 6,79 persen. Kedekatan geografis dan hubungan bilateral turut memperkuat posisi negara-negara ini.

Selain itu, Selandia Baru juga menjadi tujuan ekspor yang signifikan dengan nilai 456,49 ribu dolar AS, setara dengan 6,77 persen. Namun, Jepang dan Malaysia tidak mencatatkan nilai ekspor pada periode yang sama. Enam negara utama secara kolektif menyumbang 96,29 persen dari total ekspor Papua, menunjukkan konsentrasi pasar yang jelas.

Kinerja ekspor Papua pada Februari 2026 menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Nilai ekspor tercatat sebesar 6.747,27 ribu dolar AS, naik 55,74 persen dibandingkan Januari 2026 yang hanya 4.332,27 ribu dolar AS. Pertumbuhan ini menggarisbawahi potensi besar sektor ekspor di Papua.

Secara kumulatif, dari Januari hingga Februari 2026, total nilai ekspor Papua mencapai 11.079,54 ribu dolar AS. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan tren pertumbuhan yang berkelanjutan. Peningkatan ini menjadi indikator positif bagi perekonomian daerah.

Ekspor Papua masih didominasi oleh sektor nonmigas, yang mencapai 99,62 persen dari total nilai ekspor. Nilai ekspor nonmigas sebesar 6.721,31 ribu dolar AS, menunjukkan kekuatan produk-produk nonmigas daerah. Sementara itu, ekspor migas hanya menyumbang 0,38 persen atau senilai 25,97 ribu dolar AS, menegaskan pergeseran fokus komoditas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi